March 9, 2026

Radar Papua

Berita terkini yang terjadi di Papua dan sekitarnya

Dai Cilik Asal Klofkamp Ungkap Keutamaan Bulan Muharram di Masjid Nurul Hidayah

Jayapura, 6 Juli 2025 — Bulan Muharram menjadi momentum penting untuk memperbanyak amal ibadah dan memperbaiki diri. Hal ini disampaikan oleh seorang dai cilik asal Kampung Klofkamp, Kota Jayapura, Al Banny Fiqih Ramadhan, dalam tausiyah singkatnya di hadapan jamaah Masjid Nurul Hidayah, Minggu (6/7/2025).

Al Banny, yang akrab disapa Banny, menyampaikan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram (suci) dalam Islam yang memiliki kedudukan istimewa. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 36:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.”

Dalam ceramahnya, Banny menekankan pentingnya memperbanyak amal shalih selama bulan Muharram, seperti puasa sunnah pada tanggal 10 Muharram (Asyura), bersedekah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

“Bulan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperbaiki diri, memohon ampunan kepada Allah SWT, dan memperbanyak amal kebaikan. Ini adalah waktu yang sangat mulia,” ujar Banny dengan penuh semangat.

Diketahui, Al Banny Fiqih Ramadhan saat ini merupakan santri di Pondok Pesantren Darul Qur’an Wad’dakwah (DQD) Argapura, Kota Jayapura. Di akhir tausiyahnya, ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan Muharram sebagai awal yang baik dalam menyambut tahun baru Hijriyah.

“Mari kita hijrah, bukan hanya secara waktu, tapi juga secara hati dan amal menuju kehidupan yang lebih baik dan diridhai Allah,” pungkasnya.

Kehadiran dai cilik seperti Al Banny di tengah masyarakat menjadi inspirasi bahwa syiar Islam dapat dilakukan sejak usia dini, membawa harapan besar bagi tumbuhnya generasi Qur’ani di tanah Papua.