Jayapura – Kolaborasi pertanian jagung yang dikembangkan di Distrik Yapsi, Kabupaten Jayapura, mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Hingga saat ini, panen jagung yang dihasilkan para petani telah menjadi bukti nyata keberhasilan kerja sama antara masyarakat dan pihak penyedia modal dalam mendorong sektor pertanian lokal.
Tokoh masyarakat Papua, Emilianus Tikuk, menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi yang dibangun sejak awal antara petani dan pihak pendukung program.
Ia menegaskan bahwa pola kerja sama yang saling memperkuat menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
“Dari awal kami telah bekerja sama dengan para petani. Kami menyiapkan benih jagung dan pupuk, sementara petani menyiapkan lahannya. Proses yang berjalan selama kurang lebih empat bulan ini akhirnya memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujar Emilianus.
Ia menambahkan, panen awal ini merupakan bagian dari potensi besar yang sedang dikembangkan di atas lahan seluas 374 hektare.
Ke depan, hasil panen pasti akan terus meningkat seiring berjalannya masa tanam berikutnya.
“Hari ini masyarakat sudah menerima hasil panennya, dan kami langsung melakukan pembayaran di tempat sesuai dengan harga terkoreksi saat ini. Ini menjadi bentuk komitmen bahwa kerja sama ini benar-benar memberi manfaat langsung bagi petani,” lanjutnya.
Antusiasme masyarakat, khususnya para petani, terlihat jelas dalam program ini. Mereka merasakan langsung dampak positifnya, baik dari penyediaan sarana produksi hingga kepastian pembelian hasil panen.
Salah satu petani, Boinem, mengungkapkan rasa puas dan harapannya agar program ini terus berlanjut. Menurutnya, pola kerja sama seperti ini sangat membantu petani dalam meningkatkan kesejahteraan.
“Kami sangat senang karena hasilnya nyata. Mulai dari benih, pupuk, sampai hasil panen dibayar langsung, semuanya jelas. Harapan kami, ini harus berkelanjutan dan tidak boleh berhenti,” ungkap Boinem.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kepercayaan dan kerja sama yang terjalin dengan baik antar semua pihak yang terlibat.
“Ini berkat kerja sama dan saling percaya di antara kita, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Program pertanian jagung di Yapsi ini dinilai sejalan dengan visi dan misi Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, dalam mewujudkan Papua sebagai lumbung pangan. Upaya ini juga merupakan bagian dari realisasi program 100 hari kerja gubernur yang fokus pada peningkatan kesejahteraan melalui sektor masyarakat pertanian.
Dengan capaian awal yang menjanjikan ini, diharapkan pengembangan pertanian jagung di Papua terus berjalan dan menjadi motor penggerak perekonomian di masyarakat wilayah tersebut.





More Stories
Bundo Kanduang Hadir di Halal Bihalal IKM Kota Jayapura, “Kampuang Den Nan Jauah Di Mato” Hadirkan Rindu Ranah Minang
Hangatnya Halal Bihalal Warga Minang di Kota Jayapura, Dari Nilai Adat hingga Pesan Taat Hukum
Polda Papua Bersama Warga Arso Kelola Lahan Jagung Baru, Perkuat Ketahanan Pangan