JAYAPURA RP Jelang Pilkada Kepolisian Daerah Papua melakukan dialog interaktif di Ruang Media Center Bid Humas Polda Papua,  Kamis, 16 Juli 2020.

Dialog interaktif RRI polisi menyapa membahas tema tentang Tema Sukseskan Pilkada di Tanah Papua, yang dihadiri oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes.Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal SH, Ketua KPU Provinsi Papua Theodorus Kossay, Komisioner Bawaslu Ronald Manoach.

Ketua KPU Provinsi Papua Theodorus Kossay mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa tahapan pilkada di 11 Kabupaten di Provinsi Papua yang akan menggelar pilkada bulan Desember nanti.

“PKPU Nomor 5 tahun 2020 tentang jadwal, tahapan dan program, juga ada PKPU Nomor 6 tahun 2020 tentang KPU melaksanakan sebuah tahapan pilkada ditengah wabah corona, pelaksanaannya sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat yang terdaftar di 11 Kabupaten yang mengikuti pilkada untuk mendaftarkan diri atau ada petugas PPDP yang datang kerumah untuk dilakkukan pencocokan, penelitian terhadap data pemilik, “saya meminta kepada seluruh warga masyarakat yang berdomisili di 11 Kabupaten yang akan melaksanakan pilkada KPU sedang melakukan pencocokan data mohon masyarakat untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas kami untuk mengisi data tersebut,”jelasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, setelah mendapatkan informasi tentang pelaksanaan pengumuman pilkada 2020 yang akan dilaksanakan bulan Desember, dan beberapa bulan dihadapi dengan pandemi Corona, tentu pihaknya melaksanakan koordinasi dengan KPU, Bawaslu untuk menyiapkan segala sesuatu dan melakukan kegiatan pemantauan dan pengawalan terhadap proses pelaksanaan pilkada dari situasi saat ini yang tentu berbeda dari tahun sebelumnya.

“Maka tahapan-tahapan ini kita selalu kawal dan komunikasikan agar permasalahan sekecil apapun dapat diselesaikan dengan baik, sehingga proses pelaksanaan  pilkada ini dapat berjalan dengan baik, dari 11 Kabupaten yang melaksanakan pilkada,”katanya.

Kata Kamal, pihaknya telah melaksanakan mapping terhadap hambatan dan gangguan di 11 Kabupaten yang melaksanakan pilkada juga berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencegahan. “apa yang sudah disampaikan oleh Bawaslu dari pada kita melakukan tindakan lebih bagus kita melakukan pencegahan sehiangga kita berkomunikasi dengan siapapun terasa aman dan nyaman, apa yang sudah disosialisasikan oleh Gakkumdu, Bawaslu harus kita laksanakan dengan sebaik baiknya sehingga tidak ada yang menjadi korban,” ujar Kamal.

Komisioner Bawaslu, Ronald Manoach mengatakan, bahwa menginfentalisir potensi yang dianggap sanksi pelanggaran pihaknya telah menyamapikan kepada jajaran sampai ditingkat bawah untuk mengarsipkan semua potensi pelanggaran yang nantinya pada saat penetapan calon menjadi referensi untuk melakukan penindakan apabila yang bersangkutan melakukan pelanggaran.

Namun lanjut kata Ronald, pihaknya tidak hanya fokus pada bagian tersebut karena instrumen pengawasan bawaslu adalah mengusut untuk melaksanakan pencegahan secara maksimal, sehingga ini harus dipahami, bahwa bawaslu bukan menindak tapi kami memaksimalkan pencegahan.

“Dengan bersinergi dengan kepolisian, tokoh adat, tokoh agama tokoh masyrakat, tokoh pemuda dan kami membuat program kontekstual, dalam waktu dekat kami akan mencanangkan kampung bebas politik uang,”katanya.

“Kami juga melakukan sosialisasi dalam bentuk para-para bawaslu, kepala suku, mitra bawaslu karena kami melihat Rakyat dalam setiap proses pemilu/pilkada sering menjadi korban, ataupun pemilih pemula yang masih belum memahami cara berdemokrasi terjebak dalam politik praktis, hal yang penting untuk diperhatikan,”ungkapnya. (Redaksi)