September 24, 2021

Dua Pekerja Tewas Dibakar KKB, Tokoh Papua Sebut Komnas HAM Seakan Tak Peduli

Radarpapua, RP – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih menjadi ancaman nyata bagi masyarakat di Papua, setelah sebelumnya 3 rumah warga di Kabupaten Yahukimo sengaja dibakar, ditempat yang sama pula dikabarkan 2 orang pekerja jembatan tewas disiksa dan dibakar KKB.

Aksi biadab tersebut bukanlah aksi yang bisa ditoleransi, kecaman terhadapnya diketahui meluap dari sejumlah tokoh Papua. Wakil Bupati Yahukimo Esau Yahuli melalui sambungan telepon mengungkapkan rasa kesal dan kemarahannya terhadap aksi teror KKB.

“Ya, informasinya ada 2 orang pekerja jembatan yang tewas dibakar KKB kemarin (22/8) sore. Ini sangat biadab, tidak bisa dibiarkan lagi. Kehidupan seorang manusia itu harus dihormati, saya turut berduka dengan kabar tersebut,”

Aksi teror yang dilakukan di jembatan Sungai Brassa tersebut menyisakan tragis yang mendalam. Rionaldo Raturoma dan Dedi Imam Pamuji harus meregang nyawa dengan kondisi sekujur tubuh hangus terbakar.

“Saya melihat kondisi korban saja sudah marah, saya membayangkan bagaimana situasi pada saat itu, yang jelas tindakan itu sangat biadab dan tidak menghargai HAM. Kami akan berkoordinasi dengan aparat keamanan ataupun berbagai lembaga untuk menangani kasus ini,”

Sementara salah seorang tokoh senior Papua, Franz Korwa meminta TNI-Polri untuk melakukan langkah tegas terkait pemberantasan kelompok separatis yang telah menghambat pembangunan di Papua secara umum.

“Baru kemarin pembakaran rumah warga, sekarang ini dua pekerja tewas dibakar. Sungguh tindakan yang tak layak dilakukan oleh seorang ‘manusia’. Kepada TNI-Polri agar melakukan tindakan tegas terhadap mereka.”

Meski demikian, Korwa sadar jika upaya TNI-Polri kerap dibatasi oleh berbagai kepentingan lembaga/organisasi yang berlindung dibalik ‘tembok’ hak asasi manusia. Dicontohkannya, Komnas HAM perlu melakukan kajian khusus terkait penanganan kelompok bersenjata yang terus menghantui masyarakat di Papua.

“Hanya memang tidak semudah itu, aparat selalu dibenturkan dengan berbagai keterlibatan dari lembaga/organisasi HAM yang saya rasa mereka punya kepentingan lain. Saya tandai saja bagaimana peran Komnas HAM dalam menangani kasus seperti ini, karena sampai sekarang saja belum ada pernyataan terkait, sekedar kecaman saja tidak ada toh?”

Korwa menegaskan jika lembaga/organisasi HAM harus pula terbuka dengan kondisi yang terjadi saat ini. Pihaknya menuturkan jika peran lembaga/organisasi HAM justru ditandai sebagai komplotan yang mendukung aksi kekerasan bagi pihak kelompok separatis.

Menyinggung soal perkara rasisme yang menjadi isu sensitif di Papua sejak dua tahun terakhir, Korwa menjelaskan jika pembunuhan dua orang karyawan PT Indo Papua juga merupakan bentuk rasis yang diperparah dengan aksi biadab.

“Jadi yang kemarin-kemarin teriak rasis itu sekarang juga harus melihat fakta. Jika melihat siapa korbannya maka KKB sudah melakukan tindakan rasisme, sayangnya diperparah dengan aksi pembunuhan dengan cara yang biadab,”