JAYAPURA RP,- Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpauw, mengakui pasca aksi  penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Senin 30 Maret lalu, diprediksi hingga kini kelompok tersebut masih berada pada sejumlah titik di Disrik Kuala Kencana.

Hal ini diungkapkan Kapolda dalam Rapat terbatas pasca penembakan di Kuala Kencana,Rapat terbatas pasca penembakan di Kuala Kencana, Rabu (1/4)

Hadir dalam rapat tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw, Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Kabinda Papua Brigjen TNI A. Haris Napoleon, SRM PT. FI Brigjen TNI (Purn) R. Haryono, Konsultan Keamanan/TI SRM Polri PT. Freeport Indonesia Brigjen Pol. Purn. Boni Tampoi, Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, S.IK, Dandim 1710 Mimika Letkol Inf Pio L. Nainggolan.

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dalam kesempatan tersebut mengatakan pertemuan  rapat terbata tersebut adalah untuk melakukan analisa dan evaluasi kegiatan para kelompok kriminal bersenjata yang saat ini sangat meresahkan warga khususnya yang berada di Kabupaten Mimika.

“Kita harus berkomitmen dengan melakukan evaluasi cepat dan akan laporkan kepada pimpinan masing-masing untuk adanya sebuah keputusan dalam upaya penegakkan hukum terhadap kelompok tersebut,” ujarnya.

Ditegaskan, dari hasil rapat terbatas tersebut, piahknya bersama TNI, sepakat untuk melakukan tindakan tegas KKB,  dan diprediksikan KKB masih berada pada sejumlah tiitk di Distrik Kuala Kencana, pasca melakukan aksi penembakan yang menwaskan   seorang warga asing.

“Kelompok tersebut diperkirakan masih berada di beberapa titik yang ada di Distrik Kuala Kencana sehingga diharapkan kepada para anggota untuk tetap waspada dan lakukan langkah tegas terukur apabila menemukan kelompok tersebut, “[ungkasnya

Kapolda menegaskan, Polda Papua  harus dapat melakukan yang terbaik sehingga pemerintah pusat percaya bahwa personel yang ditugaskan di Papua merupakan personel terpilih yang ada di tubuh TNI-Polri.

“Kita harus dapat melakukan yang terbaik, sehingga pemerintah pusat percaya bahwa TNI-Polri yang  bertugas di Papua adalah personil  yang siap  untuk mengamankan wilayahnya dari gangguan-gangguan kelompok kriminal bersenjata,” tandasnya

Sementara Pangdam XVII / Cendrawasih, Majyen TNI. Herman Asaribab  mengaku TNI siap mendukung langkah pihak kepolisian dalam upaya penegakan hukum kepada kelompok kriminal bersenjata termasuk dalam segi pengamanan di area PT Freeport Indonesia.

“Kami berdua (bersama Kapolda -red) dipanggil ke Papua untuk membawa Papua lebih baik. Pembagian tugas sesuai dengan tugas pokok kita masing-masing agar semua dapat berjalan dengan baik,” tukasnya. (redaksi)