November 26, 2021

Lamek Taplo Sebut Perang Terbuka Terhadap TNI Polri

radarpapua, rp – Lamek taplo mengaku telah melakukan sejumlah aksi yang diklaimnya sebagai bentuk perjuangan. Diketahui bahwa lamek Bersama pasukannya telah melakukan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas dan bangunan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pagunungan Bintang, termasuk gereja sebagai rumah ibadah.

“Dibawah pimpinan Pangkodap XV Ngalum Kupel, yang kami bakar adalah kantor distrik, bank, rumah kesehatan (Puskesmas), rumah warga, sekolah, dan gereja oikumene,”

Lamek Taplo juga mengatakan bahwa kelompok separatis di kawasan Pegunungan Bintang akan menganggap setiap orang dan selalu dicurigai sebagai bagian dari musuh.

“Mau kamu orang rambut keriting kah, kalau kamu sudah kami curigai, berarti kamu adalah musuh”

Pada akhir penyampaiannya Lamek Taplo juga mengaku bersedia untuk melakukan perang terbuka terhadap aparat keamanan TNI Polri sebagai jalan keluar dalam menyelesaikan permasalahan di Papua.

“Siap melakukan perang terbuka dengan TNI Polri. Tentukan dulu dimana tempat perangnya, kami akan siapkan pasukan”

Pernyataan Lamek dianggap sangat berlebihan, hal tersebut yang diduga akhirnya terus mengakibatkan jatuh korban atas pembenaran dari aksi penyerangan kelompok separatis. Sebab sejauh ini kelompok separatis sudah berulang kami melakukan penyerangan terhadap warga sipil.

“Melihat bagaimana pernyataan dari Lamek Taplo, saya katakan itu sangat keterlaluan. Bisa jadi hal seperti itu yang menggambarkan aksi-aksi biadabnya. Tidak mungkin seorang guru diserang, tukang ojek, atau kemarin itu petugas kesehatan,” ungkap salah seorang pegiat Papua, Agustinus R.

Namun Agustinus juga berpendapat jika upaya perang terbuka, seperti yang diminta oleh Lamek Taplo bisa dipertimbangkan.

“Kalau memang mereka minta perang terbuka tentu itu lebih baik sepertinya, permasalahan ini biar mereka (kelompok separatis) saja yang selesaikan, jangan libatkan warga sipil. Sehingga jangan ada lagi korban dari guru, atau suster, atau ojek yang selama ini menjadi sasaran separatis,” tuturnya.