November 28, 2021

Media Terafiliasi Gerakan Separatisme Disebut Perpanjang Konflik di Pegubin

radarpapua, rp – Aksi separatisme di Papua diketahui tidak hanya dilakukan dengan konfrontasi senjata, melainkan sudah meluas lewat politik dan sejumlah aksi bawah tanah. Hal tersebut terjadi dalam konflik di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang yang bermula dari aksi penyerangan terhadap tenaga medis di Puskesmas Kiwirok.

Beberapa kelompok yang terafiliasi dengan gerakan separatisme bahkan dengan gamblangnya mengklaim peristiwa dengan narasi-narasi yang tidak sesuai fakta. Sehingga hal tersebut sempat memantik amarah Dewan Adat Pegunungan Bintang, Anton Uropmabin

“Contoh sebelumnya dikatakan kalau masyarakat yang jumlahnya ribuan sedang mengungsi karena takut, bahkan dikatakan ada yang sampai ke Papua Nugini. Ini sama sekali tidak benar, masyarakat yang terdampak hanya mengungsi ke distrik-distrik terdekat. Tidak sampai kesana,”

Anton juga menampik anggapan jika aparat keamanan TNI dan Polri yang berupaya melakukan pengejaran terhadap kelompok separatis disebut sebagai pemicu konflik.

“Sudah menjadi kewajiban bagi kami (pemerintah daerah), juga bagi aparat TNI-Polri yang bertugas memberi rasa aman bagi warga khususnya saat ini di Pegunungan Bintang. Tentu sumbernya adalah kelompok separatis itu sendiri,”

Menurutnya aksi klaim terkait situasi yang tidak sesuai fakta adalah salah satu cara yang selalu digunakan kelompok separatis untuk memperbesar konflik yang terjadi. Dugaan berita bohong tersebut dikatakan oleh Anton harus segera dicari aktornya demi situasi kondusif di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Sebelumnya media pemberitaan terkemuka di Papua mengunggah pernyataan Dewan Adat Papua yang mengatakan terkait warga dari empat distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang mengungsi hingga ke Papua Nugini dikarenakan kampung yang ditinggali telah dikuasai aparat keamanan.

Anton Uropmabin yang namanya dicantumkan sebagai narasumber terkait konflik yang sedang terjadi di Kabupaten Pegunungan Bintang bahkan menampik kabar tersebut. Menurut pengakuannya, dirinya tidak pernah sama sekali memberikan pernyataan terkait pengungsian akibat keberadaan TNI-Polri.