November 26, 2021

Mengapa Pembangunan di Papua Tidak Jalan? Ada Kaitannya Dengan Kelompok Separatis

Radarpapua, RP – “Intimidasi, ancaman, tindakan kekerasan serta pembunuhan sering dilakukan separatis untuk mendapatkan uang, mereka bukanlah pejuang melainkan kelompok kriminal”

Ancaman, gangguan dan hambatan pembangunan terus terjadi di wilayah Papua, terutamanya di wilayah pegunungan. Mulai dari Yahukimo, Puncak, Pegunungan Bintang, Nduga dan Intan Jaya. Wialayah ini menjadi tempat tawar menawar kelompok Separatis dengan pemerintah setempat.

Disisi lain pemerintah ingin Papua terus maju dan berkembang terutamanya di bidang pembangunan baik jalan maupun gedung (fasilitas umum) dengan harapan masyarakat Papua dapat menikmati pelayanan dan pendidikan serta kesejahteraan yang lebih baik lagi.

Namun, kita selalu mendengar bahkan menyaksikan di media tindakan-tindakan aksi dari kelompok Separatis di Papua.

Ini merupakan gangguan nyata yang menghambat perkembangan masyarakat Papua secara menyeluruh, seperti kita ketahui beberapa hari ini kelompok Separatis masih terus melakukan gangguan-gangguan keamanan terhadap warga sipil, pemerintah dan pihak keamanan.

Hal yang sudah menjadi kebiasaan kelompok separatis Papua yaitu bila tidak diakomodir permintaan mereka, maka tidak lama gangguan keamanan berupa aksi penyerangan terhadap warga dan pemerintah akan terjadi.

Pengerjaan jalan contohnya, selain kepada pemerintah kelompok separatis juga meminta uang sebagai upeti yang tidak tanggung-tanggung nilainya kepada kontraktor atau pekerja proyek, ini bisa berkisar 500 juta hingga 5 Milyar.

Padahal, pemerintah ingin membangun untuk memberikan kesejahteraan yang lebih baik lagi bagi masyarakat Papua, terlebih kepada Wilayah yang belum memiliki akses tembus antar kabupaten.

Sangat disayangkan pembangunan di Papua baik pendidikan, kesehatan, maupun infrastruktur jalan dan sebagainya terhambat karena ulah para separatis Papua. Merekalah yang nantinya akan bertanggung jawab atas semua ini.

Pemerintah tidak boleh kalah dengan mereka, karena kelompok separatis ini hanya segelintir kumpulan orang-orang yang mengaku diri sebagai pejuang Papua, padahal tidak semua orang Papua mendukung Papua merdeka.

#BasmiSeparatisPapua

Sumber: Catatan Digital Edward GM (Peneliti Pembangunan Papua)