Jayapura, Papua. RP – Wabah coronavirus (Covid-19) yang telah melanda Indonesia hampir selama kurang lebih tiga bulan ini telah membuat kepanikan di masyarakat sehingga membatasi ruang gerak dalam beraktifitas sehari hari. Selain itu, himbauan dari pemerintah untuk mengurangi mobilitas aktifitas masyarakat selama 2 minggu demi memutus rantai penyebaran Covid-19 membuat masyarakat harus bekerja, beraktifitas dan beribadah di rumah.

Gubernur Papua, Lukas Enembe telah melakukan suatu tindakan pencegahan yaitu dengan menutup sementara jalur transportasi dalam rangka membatasi perpindahan penduduk dari dalam dan luar Provinsi Papua serta perpindahan penduduk antar kota di Provinsi Papua. Hal ini juga diikuti dengan sejumlah kebijakan yang membatasi jam operasional semua aktivitas ekonomi serta meliburkansekolah – sekolah dankegiatan ASN dilingkungan Provinsi Papua. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang lebih luas.

Munculnya kebijakan ini telah menimbulkan kontroversi didalam dan diluar daerah Provinsi Papua, namun  jika ditilik dari upaya pengendalian penyakit menular, kebijakan ini adalah hal yang tepat untuk melindungi rakyat Papua.

Untuk itu masyarakat kampung Hebong Kabupaten Jayapuramelalui kepala suku kampung hobong bpk. Robert ibo menyatakan mendukung kebijakan pemerintah Provinsi Papua yang memberlakukan aturan atau kebijakan yang dapat mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami juga mengecam oknum-oknum yang menyebarkan informasi bahwa Virus Corona sengaja dimasukkan ke Papua untuk memusnahkan orang asli Papua, karena COVID-19 sudah ditetapkan sebagai Pandemi oleh WHO,” tegasnya

Sekretaris  kampung hobong Brucly sokoy menolak adanya oknum-oknum yang dengan sengaja provokasi dan membiaskan informasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan isu COVID-19 sehingga dapat mengganggu kenyamanan dan kondusifitas Kamtibmas.

Sementara itu, Sekretaris  kampung hobong Brucly sokoy mengatakan dalam kesempatan ini,  juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua agar tidak menyebarkan informasi bohong atau hoax yang terkait dengan COVID-19.

“Untuk mengetahui informasi terkait COVID-19, masyarakat diharapkan agar mengupdate informasi yang dikeluarkan langsung oleh Satgas COVID-19/Dinas kesehatan Kabupaten Jaypura,” jelasnya.

Selain itu dirinya  meminta Polres Jayapura agar menindak tegas oknum pedagang yang memanfaatkan kasus COVID-19 untuk menimbun serta menaikkan harga barang.