JAYAPURA RP,- Polisi menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penyalahgunaan Bantuan Sosial (Bansos) untuk warga Kabupaten Keerom, Papua, yang terdampak Covid 19.

Mereka di jerat dengan Pasal 78 jo Pasal 65 UU RI No 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan Pasal 372 KUHPidana dengan Ancaman Hukuman penjara Minimal 4 tahun penjara dan Maksimal 20 tahun Penjara.

Awalnya, kasus ini diketahui saat Timsus Polres Keerom yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Keerom Iptu Bertu Haridyka, melakukan penyelidikan dan tepatnya di jalan Poros Arso VII Kabupaten Keerom, dan mendapati 3 (tiga) buah Truk pengangkut beras bansos.

Kemudian tim melakukan pengecekan dan mendapati beberapa karung beras yang tidak lagi sesuai dengan berat semestinya. Selanjutnya tim membawa truk dan Supir beserta kernet ke Mapolres Keerom guna penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil penyeledikan, ke-tiga pelaku menjual beras dengan cara mengurangi isi dari beberapa karung beras dan mendapatkan uang Rp 1.600.000, kemudian menurunkan beras sebanyak 5 (lima) karung di salah satu Warung yang berada di Kampung Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Kejadian tersebut di selidiki polisi dan menetapkan tiga tersangka, yakni, YB (40), SDB (25) dan MS (51), setelah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh Saksi.

Saat ini berkas perkara telah di kirim ke Kejaksaan Negeri Jayapura (Tahap I) pada tanggal 21 Juli 2020.

Kabid Humas Polda Papua Drs Ahmad Musthofa Kamal S.H mengatakan, setelah penyidik melakukan tahap I selanjutnya menunggu apakah ada petunjuk (P-19) dari Kejaksaan dan akan melengkapi petunjuk tersebut. “Sementara saat ini ke Tiga tersangka telah di tahan di Rumah tahanan Mapolres Keerom,” jelas Kamal, Selasa, (28/7/2020).

Kamal menghimbau, kepada seluruh masyarakat untuk tidak memanfaatkan situasi melakukan kecurangan dan mencari keuntungan di tengah pandemi Covid 19. (Redaksi)