September 23, 2021

Proses Hukum Victor Yeimo Diminta Dilakukan Diluar Papua Jika Mengancam Kamtibmas

Masih lekat dalam ingatan ketika kerusuhan di Kota Jayapura pada tahun 2019 mengakibatkan hancurnya seluruh aktivitas masyarakat, bahkan kelumpuhan total berlangsung lama hingga berminggu-minggu. (13/8)

Terkait hal tersebut, warga Kota Jayapura telah mengantisipasi terkait isu mobilisasi massa yang akan dilakukan oleh mahasiswa dan kelompok separatis KNPB. Dalam berbagai keterangan dikatakan jika aksi yang menyinggung dinamika politik tersebut mendapat penolakan dari banyak komponen masyarakat.

Sebagai tokoh masyarakat Papua, Franz Korwa dalam keterangannya menyebutkan jika aksi yang akan digelar oleh mahasiswa dan KNPB mengkhawatirkan masyarakat di Papua.

“Sudah cukup untuk membuat masyarakat menjadi resah. Mahasiswa seharusnya sibuk dengan aktivitas studi untuk membekali diri, namun dengan adanya isu tersebut dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang selama ini sudah baik,”

Frans meminta semua elemen masyarakat tidak perlu terpancing dan terprovokasi dari kelompok KNPB yang hanya membawa pengaruh buruk bagi masyarakat Papua.

Aksi turun jalan untuk mendesak dibebaskannya Victor Yeimo sarat dengan intrik dan provokasi. Menurutnya proses hukum terhadap Victor Yeimo sudah sangat tepat untuk dilakukan pihak penegak hukum, jika mengganggu kenyamanan masyarakat sebaiknya proses hukum dilanjutkan di luar Papua saja.

“Tidak bisa mau main ancam untuk bebaskan dia (Victor Yeimo). Coba lihat apa yang telah dilakukan Victor sampai Kota Jayapura hancur lebur saat itu. Tentu itu adalah tindakan kriminal dan melanggar hukum, hal ini belum terhapus dari ingatan kita”

Korwa menambahkan jika pihaknya akan mendorong Kepolisian untuk memindahkan proses hukum dan penahanan Victor Yeimo diluar Papua jika mobilisasi massa tetap akan dilakukan oleh mahasiswa dan KNPB.

“Kalau memang seperti itu niat mereka, kami juga akan coba intervensi penegak hukum dalam hal ini kejaksaan agar Victor dibawa keluar dari Papua saja demi kenyamanan di Papua.”

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga situasi keamanan di Papua tetap kondusif.

“Tidak ada yang mau kalau Papua ini harus mulai dari nol. Artinya jangan ada lagi kekerasan atau kerusuhan terjadi. Pemindahan bisa dilakukan demi kebaikan kita semua.”