JAYAPURA RP, – Kementerian Agama telah menggulirkan program Kita Cinta Papua. Dimana program ini sebagai bagian dari ikhtiar pembanugunan jembatan kesetiakawanan Aceh-Papua.

“Jembatan ini dibangun dengan mengidentifikasikan dialog tokoh agama lintas kawasan. Sebagai bagian upaya kesana, Kemenag menggulirkan program Kita Cinta Papua,” kata Menteri Agama Fachrul Razi,seperti dikutib dari Tempo.co, Selasa, (14/7/2020).

Program Kemenag inipun disambut baik Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pendeta Lipiyus Biniluk. Menurutnya, program tersebut sangat bagus, karena ini merupakan program konkrit.

“Seperti mereka akan bantu biayai renovasi kampus, bangun dan renovasi gereja. Dan mereka akan berdayakan FKUB,” kata Pendeta Lipiyus Biniluk di Jayapura, Kamis (23/7).

Ia menegaskan, untuk program Kita Cinta Papua jangan melibatkan TNI/polri, dan itu sudah diklarifikasi langsung oleh menteri agama.

“Karena memang orang Papua itu sudah alergi dengan TNI/polri. Makanya saya bilang TNI/polri jangan banyak muncul di depan,” ujarnya.

Dikatakannya, program yang bagus ini alangkah baiknya terlebih dahulu disosialisasikan ke tokoh-tokoh agama dan masyarakat, sebelum dilaksanakan.

“Programnya bagus tetapi perlu ada konsultasi dengan tokoh-tokoh agama di Papua. Tidak ada program normatif tapi programnya langsung jelas. Biayanya dibiayai kemenang. Tapi perlu disosialisasikan,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, program ini bertujuan untuk memajukan pendidikan dan keagamaan di Papua. Yaitu melalui lembaga pendidikan maupun rumah ibadah. Kemenag juga akan memberi beasiswa kepada generasi muda Papua untuk mengikuti pendidikan di berbagai kota di Indonesia. (Redaksi).