Jayapura, Papua – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Albert Ali Kabiay menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan masyarakat tidak perlu panik atau terprovokasi apa yang terjadi di negara- negara luar, tetap berlandaskan pancasila dan undang – undang dasar 1945, Jayapura. Sabtu, (13/06).

Dalam kesempatannya Albert Ali Kabiay mengatakan, saya ini memberikan suatu pernyataan, suatu pencerahan untuk saudara-saudara saya warga masyarakat untuk tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan di Papua, saya ingin menjelaskan bahwa Beberapa hari lalu atau dua hari lalu saya sudah mengkonfirmasi beberapa teman saya di USA atau di Amerika Serikat karena saya melihat banyak polemik yang terjadi terkait 7 Pelaku kriminal kasus rasisme pada tanggal 29 agustus 2019 di mana di Papua Papua sini di kota Jayapura dan sekitarnya ini terjadi kerusuhan dan aksi bakar bakaran yang menyebabkan kerugian hingga mencapai ratusan miliar.

Dua hari lalu saya konfirmasi dengan teman-teman saya di Amerika dan saya menanyakan langsung Bagaimana perkembangan kasus George Floyd yang katanya merupakan korban rasisme di USA ternyata George Floyd ini merupakan pembuat dokumen palsu dia adalah seorang pria yang sering membuat dokumen palsu dan pada saat ditangkap, Aparat sedikit membelenggu dia dari leher jadi dia seperti di kunci atau di kancing akhirnya meninggal dunia.

Jadi saya suruh teman-teman saya langsung menanyakan kepada pihak kepolisian mereka menjelaskan bahwa hal itu bukan bukan masalah rasis tetapi kelalaian petugas dalam menangani seorang pelaku Jadi bukan rasis di sini saya tegaskan bukan rasis tapi hanya kelalaian petugas akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia dan hal ini di Up oleh media yang mungkin tidak senang dengan pemerintahan sekarang jadi media ini meng up hingga terjadi gelombang masa dan akhirnya terjadi penjarahan, aktivitas-aktivitas kejahatan yang terjadi termasuk bakar-bakaran.

Jadi Saya mau meluruskan bawa yang terjadi di Amerika bukan merupakan aksi rasis dari aparat kepolisian di sana tapi merupakan kelalaian dari petugas sendiri dalam menangani seorang tersangka pembuat dokumen palsu yaitu almarhum George Floyd sendiri.

Kemudian kasus rasis ini sudah ditangani dari tahun 2019 dan tujuh orang bukan merupakan tahanan politik tapi murni merupakan otak dibalik kerusuhan yang terjadi di Papua, Siapa yang mau menanggung kerugian material dan moril. Saya mau Jelaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik tidak perlu terprovokasi yang terjadi di negara ini bukan merupakan rasis yang sudah terbukti bahwa polisi sudah mempunyai kewenangan untuk menyelesaikan kasus ini.

Kepada kelompok-kelompok yang yang mendukung membuat petisi mendukung untuk segera membebaskan ke-7 Pelaku Kriminal ini sebenarnya yang ingin saya tanyakan kepada kelompok-kelompok ini adalah Apakah apa yang menjadi tujuan anda untuk menekan pemerintah untuk segera membebaskan 7 Pelaku Kriminal ini, inilah yang harus dipertanyakan sebagai anak asli Papua saya mempertanyakan kredibilitas kelompok-kelompok ini jangan-jangan mereka nggak mau atau mereka tidak mau ke 7 pelaku Kriminal ini ditahan oleh pemerintah padahal mereka jelas-jelas sudah bersalah dan mereka bukan tahanan politik tapi murni merupakan Pelaku kriminal. Ini yang harus menjadi atensi kita bersama.

Untuk anak-anak Papua Mari kita sama-sama membangun daerah ini kita sama-sama bersatu padu untuk untuk melewati pandemi covid-19 yang sedang berlangsung, Saya yakin tidak ada pemerintah yang akan membuat rugi masyarakatnya sendiri, Mari kita sama-sama jangan ada rasa saling curiga atau apapun Mari kita sama-sama saling bersinergi antara TNI Polri masyarakat , Saya yakin kita mampu melewati masalah ini.

Kepada kelompok-kelompok yang ingin agar ke 7 pelaku Kriminal ini dilepaskan yang ingin saya tanyakan apakah Sebenarnya kalian ini membela siapa membela korban aksi bakar-bakaran tanggal 29 agustus 2019 atau membela pelaku karena mereka ini murni atas hasil penyelidikan dan tentu Polda Papua sudah mempunyai pertimbangan-pertimbangan sendiri.

Kita yakin Polri merupakan institusi negara yang Profesional dalam menangani kasus kita serahkan kepada negara kepada kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini jangan lagi ada intervensi karena kita dibangun ini berdasarkan undang-undang dasar dan Pancasila Mari kita sama-sama bernegara melakukan proses bernegara yang baik saling menghargai dan menghormati.