JAYAPURA RP,-Pemerintah Provinsi Papua, akhirnya mencabut kebijakan Work From Home, setelah tiga bulan lamanya, Aparatur Sipil Negara (ASN) dilungkup Provinsi Papua, kini mulai melakukan aktivitas perkantoran sejak Senin (8/6)  dengan tetap menggunakan protocol kesehatan

Untuk melalui aktivitas perkantoran, Pemerintah Provinsi Papua menggelar apel gabungan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di era relaksasi kontekstua, yang dihadiri kurang lebih 2.575 Aparatur Sipil Negara (ASN).

ASN diharuskan berbaris dengan tetap jaga jarak (1 meter) dan diwajibkan menggunakan masker serta sebelum masuk tempat apel setiap pegawai diharuskan mencuci tangan.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal dalam arahannya mengatakan pasca work home selama tiga bulan, mulai hari ini (senin) seluruh pegawai wajib masuk kantor dan menjalankan tugasnya masing-masing.”Relaksasi kontekstual Papua tidak sama dengan New Normal,” ujarnya.

Dikatakan Meskipun aktivitas perkantoran berjalan, dirinya mengimbau kepada seluruh stafnya untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, jaga jarak dan selalu memakai masker. Saat  ini  kasus Covid-19 di Papua yang  telah mencapai angka 1065

“Penanganan covid-19 ini harus dilakukan bersama-sama. Apalagi ASN adalah oran-orang penting, “Silahkan sosialisasikan apa yang diketahui, sebab bela negara menjadi bagian dari satgas Covid-19. Intinya harus ada tanggung jawab moral dan menjadi perubahan,”  tandasnya.

Sementara Penjabat Sekretaris Daerah Papua, Ridwan Rumasukun mengimbau kepada ASN untuk tetap menjaga jarak selama bekerja, dan bagi Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan bisa mengontrol staf-stafnya sesuai protokol kesehatan.

“Sebelum masuk kantor wajib cuci tangan dan pake masker. Bagi instansi yang memiliki banyak pegawai silahkan berlakukan shift, untuk absensi, silahkan dilakukan secara manual agar tidak terjadi kontak secara langsung antar pegawai,” kata Ridwan. (redaksi)