October 16, 2021

Vaksin Turki

A military health worker takes a Sinovac Covid-19 vaccine vial from a vaccine cold chain during the vaccination of military personnel at the army headquarters in Manila on March 2, 2021. (Photo by Ted ALJIBE / AFP)

Ankara, Beritasatu.com- Uji coba Turki menemukan inokulasi Sinovac Tiongkok memiliki efektivitas 83,5% untuk melawan virus corona. Seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (3/3), tingkat perlindungan itu lebih rendah dari prediksi awal Turki, tetapi jauh di atas perkiraan Brasil.

Suntikan CoronaVac yang dibuat oleh Sinovac Biotech Ltd. 100% efektif dalam mencegah rawat inap, menurut uji coba Tahap 3 oleh Universitas Hacettepe yang bergengsi di Ankara.

ADVERTISEMENThttps://05f919ce6de76e42a5f45b6fd184048f.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-37/html/container.html

Anadolu Agency yang dikelola negara melaporkan Turki telah menjalankan uji coba vaksin sejak September. Kementerian Kesehatan mengumumkan pada akhir Desember, temuan awal menunjukkan tingkat kemanjuran 91,25%.

Vaksin Tiongkok telah memberikan tingkat kemanjuran yang sangat bervariasi di empat lokasi uji klinis, yang mengarah pada kekhawatiran apakah vaksin tersebut akan efektif dalam membendung wabah di negara-negara yang menjalankannya.

Pejabat Brasil mengatakan suntikan CoronaVac 50,38% efektif dalam mencegah kasus virusĀ corona. Angka itu memenuhi ambang batas yang disyaratkan oleh regulator global untuk persetujuan, tetapi itu jauh di bawah penilaian Bbrasil sebelumnya sebesar 78%.

Sinovac membela produknya pada Januari lalu. Meskipun pembacaan data tidak konsisten, vaksin itu disebut lebih efektif dalam mencegah penyakit jika rezim dua dosis diberikan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Turki memiliki kesepakatan untuk membeli 100 juta dosis vaksin Sinovac. Otoritas mulai menyuntik warganya pada Januari karena berusaha mencabut pembatasan pada ekonominya.

CoronaVac lebih disukai karena ditemukan paling aman karena diproduksi menggunakan metode konvensional, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca berulang kali mengatakan.

Namun demikian, Turki juga telah menandatangani kesepakatan untuk 4,5 juta dosis vaksin yang diproduksi oleh Pfizer Inc. dan BioNTech SE. Otoritas menyatakan sedang dalam pembicaraan dengan Astrazeneca Plc untuk pasokan suntikannya.

Sumber: BeritaSatu.com