Jayapura, Papua – Komitmen menjadikan Distrik Skouw sebagai lumbung pangan Kota Jayapura terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua DPD Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Jayapura yang menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan kemandirian pangan yang kini tumbuh di kawasan perbatasan tersebut.
Menurutnya, langkah menjadikan Skouw sebagai sentra produksi jagung dan komoditas pertanian lainnya bukan hanya strategi ekonomi, tetapi juga gerakan membangun martabat dan kemandirian masyarakat Papua.
“Kami dari DPD IKM Kota Jayapura sangat mendukung Skouw menjadi lumbung pangan Kota Jayapura, bahkan Papua. Ini bukan hanya tentang pertanian, tetapi tentang masa depan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, munculnya program atau gerakan Solidaritas Sosial Rakyat (SOSRA) yang digagas langsung oleh masyarakat merupakan sesuatu yang luar biasa. Di tengah tantangan ekonomi dan derasnya arus modernisasi, nilai kebersamaan justru menjadi fondasi yang menguatkan.
“Program SOSRA ini sangat luar biasa. Ketika masyarakat bergerak atas kesadaran sendiri untuk saling membantu, itu artinya harapan sedang tumbuh. Inilah kekuatan sosial kita yang sesungguhnya,” tambahnya.
Ketua DPD IKM juga menegaskan bahwa keberadaan paguyuban, termasuk IKM di Kota Jayapura, memiliki peran strategis dalam mendukung proses ini. Sebagai wadah kekeluargaan, IKM tidak hanya menjaga nilai adat dan budaya, tetapi juga terpanggil untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Paguyuban seperti IKM tentu dapat membantu proses ini. Kami memiliki jaringan, pengalaman usaha, dan semangat gotong royong yang bisa disinergikan dengan masyarakat. Ketika semua elemen bersatu, hasilnya akan jauh lebih besar,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menegaskan komitmen IKM untuk terus bersinergi dengan masyarakat, pemerintah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penguatan ekonomi kerakyatan.
“Kami akan selalu bersinergi dalam mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Prinsipnya sederhana, jika masyarakat sejahtera, daerah pun akan maju. Jika petani kuat, kota juga akan kuat,” tegasnya penuh semangat.
Baginya, semangat SOSRA adalah cerminan nilai luhur bangsa yang harus terus dirawat. Tradisi saling bantu, bahu-membahu, dan bergerak bersama bukan hanya warisan budaya, tetapi juga solusi nyata menghadapi tantangan zaman.
Dari Skouw, harapan itu kini menyala. Ketika masyarakat, paguyuban, dan berbagai elemen bergandengan tangan, lumbung pangan bukan lagi sekadar wacana. Ia menjadi simbol persaudaraan, kerja keras, dan keyakinan bahwa kesejahteraan bisa dibangun bersama — dari tanah sendiri, untuk semua.





More Stories
Tokoh Adat Sentani Yanto Eluay Ajak Masyarakat Papua Jaga Kedamaian dan Tolak Aksi Anarkis
Tokoh Adat Papua Max Ohee Tegaskan Waena Bukan Wilayah KNPB, Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
GMPB Tegas Tolak Narasi Darurat Militer, Ajak Masyarakat Papua Jaga Stabilitas dan Persatuan