26/09/2022

Berpotensi Merusak Hubungan Vanuatu-RI, Presiden Vurobaravu Lengserkan Perdana Mentrinya

Presiden Vanuatu, Nikenike Vurobaravu, membubarkan parlemen, dan pelengseran PM yang kerap mengkritik Indonesia, Bob Loughman.

Presiden Vanuatu, Nikenike Vurobaravu, membubarkan parlemen usai beberapa politikus berupaya menggulingkanya dengan cara mengkritik Indonesia soal pelanggaran HAM di Papua. demikan di kutip dari reuters.

Menurut Presiden Vanuatu, Nikenike Vurobaravu, urusan Papua adalah urusan dalam negeri dalam hal ini menjadi tanggung jawab penuh Indonesia karena Papua Sah dan Final Secara Hukum Internasional sebagai Bagian dari Indonesia. Vurobaravu menandatangani pemberitahuan pembubaran parlemen dan berlaku di hari yang sama.

“Tindakan Perdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman Weibur, ini telah menyebabkan kekecewaan bagi banyak pihak. Karena telah mencampuri urusan Negara lain namun negaranya sendiri tidak bisa di atur dengan baik”, kata Presiden Vanuatu, Nikenike Vurobaravu

Menanggapi pembubaran parlemen, pemimpin oposisi, Ralph Regenavu, mengatakan pembubaran tersebut akan diajukan ke pengadilan. Mayoritas anggota parlemen juga mendukung tawaran menggulingkan Loughman karena berbuat kesalahan.

Regenavu mengklaim telah mendapat 29 dari 51 dukungan anggota parlemen dan mayoritas anggota parlemen menyetujui pelengseran Loughman. Ia mengaku telah mendapatkan dukungan ini lantaran Loughman sering berbicara soal pelanggaran HAM di Papua, padahal dia (Loughman) tidak punya kewenangan untuk mengangkat Isu Papua, dan dirinya sudah sering mengingatkan Loughman untuk tidak mencampuri urusan Indonesia.

“Dukungan pelengseran untu Loughman mayoritas dari parlemen, Saya juga sudah sering mengingatkan Loughman untuk tidak ikut campur urusan Papua, karena ini menyangkut kedaulatan negara luar, hubungan Vanuatu dengan Indonesia semakin baik harus dijaga dengan baik,” ungkapnya.

Mosi tak percaya terhadap Loughman, berawal dari usaha Loughman yang gagal membangun hubungan antara Indonesia dengan Vanuatu karena diketahui ada kepentingan yang diinginkan oleh Loughman terhadap Papua. Hal inilah yang membuat negara Vanuatu lamban berkembang.

Sumber: cnn