November 28, 2021

Klarifikasi Dewan Adat Pegubin Terkait Pengungsi Di Kiwirok

Radarpapua, RP –

Selaku Dewan Adat Kabupaten pegunungan Bintang Anton Uropmabin mengklarifikasi terkait pengungsian yang terjadi di distrik Kiwirok pasca Penyerangan yang dilakukan oleh kelompok Separatis pimpinan Lamek Taplo.

Anton Uropmabin saat dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak pernah memberikan pernyataan tentang pengungsian dikiwirok akibat adanya pasukan TNI dan Polri seperti yang diberitakan oleh media online Jubi, yang tayang Jumat, 22/10/21.

“Saya tidak memberikan pernyataan kepada media online Jubi terkait dengan adanya pengungsian akibat dari TNI dan Polri, itu tidak benar,” ungkapnya.

Sebaliknya, saya mengatakan keberadaan TNI dan Polri setelah penyerangan yang dilakukan kelompok Lamek Taplo di Kiwirok justru memberikan pelayanan dan perlindungan kepada warga disana.

Dan saya juga menyampaikan pihak gereja telah memberikan bantuan berupa beras sebanyak 6 ton kepada warga yang terkena dampak penyerangan Lamek Taplo.

“Saya juga mengatakan kalau para pengungsi telah menerima bantuan beras sebanyak 6 ton dari pihak gereja melalui kami dewan adat,” lanjutnya.

Sebagai dewan adat pegunungan bintang, dirinya menyesalkan adanya berita yang diterbitkan tidak sesuai dengan pernyataan yang disampaikannya, dirinya juga berharap agar media tidak asal membuat berita.

“Jadi sekali lagi saya tegaskan, saya tidak bicara tentang TNI atau Polri yang mengusir masyarakat, Yang saya katakan adalah TNI dan Polri yang berada di Pegubin sama dengan kami Dewan Adat yaitu mengayomi masyarakat,” tegas Anton

Anton juga akan membuat pernyataan klarifikasi terkait pemberitaan yang tidak sesuai dengan penyampaiannya yang diterbitkan oleh media online.