November 28, 2021

Pemuda Adat Papua: Pola Pikir Haris Azhar Tidak Logis dan Tidak Masuk Akal

Ali Kabiay, Ketua Pemuda Adat Saireri II Nabire

Ali Kabiay, Ketua Pemuda Adat Saireri II Nabire

Radarpapua.id – Melihat berbagai dinamika yang terjadi di tanah Papua, sudah seharusnya kita sebagai warga negara Indonesia yang baik akan mendukung berbagai program yang di buat oleh pemerintah demi kesejahteraan masyarakat di Papua, sudah tentu kita sebagai warga negara yang baik harus mengawal proses pembangunan yang di galangkan oleh pemerintah , kita boleh mengkritik pemerintah tetapi harus di sertai dengan  solusi yang komprehensif. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pemuda Adat Saireri II Nabire Ali Kabiay.

Ali Kabiay menanggapi pernyataan Haris Azhar dan koordinator kontras Fatia Maluidiyanti tentang operasi militer yang dilakukan di Intan Jaya Papua merupakan bisnis dan korban yang ada hanyalah tipu-tipu.

Ali menyampaikan pola piker seorang Haris Azhar tidak logis dan tidak masuk akal, peran militer baik itu TNI atau Polri adalah untuk menjaga kedaulatan negara dan melalukan upaya – upaya penegakkan hukum kepada kelompok – kelompok separatis teroris di Papua yang beroperasi di hutan – hutan papua dan mengganggu kamtibmas di tanah Papua.

“Kami saja sebagai generasi muda papua merasa terganggu terkait aksi – aksi kelompok – kelompok ini, karena sangat meresakan masyarakat di Papua, apa lagi kelompok separatis ini sudah sering melakukan aksi – aksi tidak terpuji bahkan memakan korban jiwa, dan korban harta benda , apa kah…? ini yang di sebut pejuang kemanusiaan di Papua atau pejuang Hak Asasi Manusia di Papua.,” tegas Ali yang juga merupakan Ketua DPN Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua.

Jika ada opini terkat operasi militer di papua dan sebagi suatu upaya untuk melindungi kelompok elit tertentu di Indonesia saya anggap bahwa hal tersebut tidak memiliki suatu korelasi, Haris Azhar dan koordinator kontras Fatia Maluidiyanti berpikir terlalu jauh untuk mengaitkan suatu persoalan yang terjadi di Papua.

“Banyak persoalan yang terjadi di Papua yang di sebabkan oleh kelompok – kelompok separatis di Papua, dan elit – elit di Papua yang sebenarnya merugikan rakyat Papua sendiri misalnya Persoalan Korupsi yang melibatkan elit – elit di Papua, Kekejaman dan kebiadaban Kelompok Separatis Teroris di Papua, Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Kesejahteraan,” terang Ali.

Saya berharap saudara Haris Azar berbicara sesuai porsi , jangan berbicara seolah – olah saudara mewakili seluruh masyarakat di Papua, berikan solusi yang positif bagi kesejahteraan masyarakat di Papua dan bukan malah membuat opini – opini yang menyesatkan serta membingungkan masyarakat. Aparat keamanan di Papua ataupun di Intan Jaya memiliki fungsi yaitu untuk menjaga kedaulatan dan kamtibmas,  siapapun dia, siapapun kelompok  yang mengancam rakyat dan mengganggu kedaulatan bangsa dan negara indonesia maka harus di berantas.

Ali juga meminta kepada Haris Azhar berani mengungkap adanya ancaman dari Kelompok Separatis Teroris di wilayah Intan Jaya untuk meminta sejumlah uang kepada pejabat pemerintahan, Bupat, kepala distrik dan kepala kampung, pembakaran pesawat, pengancaman terhadap pilot  WNA , pengrusakan fasilitas umum, pembunuhan kepada masyarakat sipil, penembakan pelajar , pembunuhaan guru, pemerkosaan, bahkan baru – baru ini di kali brasa kabupaten Yahukimo, KSTP ini membunuh dua ( 2 ) orang karyawan PT. INDO PAPUA dan membakar jenasah mereka.

“Sebagai pejuang kemanusiaan Haris Azhar sebaiknya berbicara atas dasar keadilan, harus lebih berpikir secara terbuka terkait persoalan – persoalan konflik di Papua, dan melihat berbagai persoalan di Papua dari berbagai sudut pandang, pertanyaan saya apakah seorang Haris Azhar benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat di Papua?” tutur Ali mengakhiri pernyataannya melalui ponsel.