November 27, 2021

Resah Aksi KKB di Yahukimo, Tokoh Masyarakat Dukung Penegakan Hukum oleh TNI Polri

Radarpapua, RP- Tokoh Masyarakat Yahukimo bersikap tegas dalam upaya menjaga situasi keamanan di wilayahnya. Hal tersebut dilontarkan pasca aksi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang melakukan teror pembunuhan terhadap dua pekerja jembatan jalan Trans Papua.

“kita di Yahukimo sepakat untuk menolak setiap aksi Kelompok Kriminal Bersenjata. Yahukimo bukan wilayah untuk berperang, kita disini mau membangun,”

Tokoh Masyarakat mengungkapkan jika perasaannya cukup marah Ketika mendengar kabar dua orang pekerja PT Indo Papua mendapat teror dari KKB. Terlebih  KKB tersebut bukan berasal dari wilayah Yahukimo, hal ini disampaikan oleh Bupati Yahukimo Dedimus Yahuli saat jumpa pers bersama Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Yahukimo.

“Tidak bisa diterima aksi yang mereka lakukan, pekerja jembatan itu tidak tahu apa-apa tapi mereka dibunuh bahkan dibakar. Kelompok (KKB) itu juga bukan masyarakat saya, mereka datang tidak tahu darimana hanya mau buat kacau Yahukimo,”

Dalam penuturannya, Bupati mengaku telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan terkait penanganan KKB di Yahukimo. Hal tersebut diungkapkan karena aksi KKB dianggap sudah sangat meresahkan. Pihaknya mendukung tugas TNI-Polri untuk segera melakukan upaya penegakan hukum.

“Kita pastikan penegakan hukum terhadap mereka segera dilakukan, kami sudah melakukan koordinasi dengan TNI Polri, nanti mereka yang tahu teknisnya, yang pasti kami dari pemerintah dan masyarakat mendukung upaya itu. Semua demi kenyamanan masyarakat di Yahukimo,”

Sebelumnya pada tanggal 22 Agustus 2021, KKB pimpinan Tandius Gwijangge melakukan penyerangan terhadap pekerja jembatan di Kali Brazza, Distrik Dekai, Yahukimo. Atas insiden tersebut dua orang korban Bernama Rionaldo Raturoma (43) dan Didi Imam Pamuji (30) tewas mengenaskan dengan kondisi seluruh tubuh hangus terbakar.