November 28, 2021

Sempat Viral Di Medsos, Warga Papua Puji Aksi Perdamaian Oknum Petugas Keamanan Dan Masyarakat. TORANG DUA ITU SUDARA

Nabire- Beredarnya video viral Insiden dalam rangka penanganan PSU Nabire yang menunjukan Aparat keamanan dalam hal ini Polres Nabire sedang melakukan pengamanan  di TPS 7 RT 12 Kelurahan Bumiwonorojo, Kabupaten Nabire pada akhirnya berakhir damai dan saling memaafkan. Menurut Nicolas Mote (29) asal suku Mee saat itu mengalamai tindakan dorongan dalam video itu diakui dirinya tidak mengalami luka atau benturan sehingga masyarakat jangan menilai berlebihan atas kejadian siang tadi.

”Saya punya DPT yang dikeluarkan oleh KPU saya sudah siap mau bawah ke TPS untuk Coblos dengan gunakan masker lengkap. Setelah saya coblos di TPS. Dibelakang itu mereka menilai saya kenapa bisa bawah undangan saja. Saya menanyakan ke penyelenggara apakah aturan di jamin atau tidak begitu, karena suara keras akhirnya mobil pasukan tiba lalu dibelakang penyelenggara itu mereka sebut ini (saya red) warga baru. Padahal saya sudah punya DPT dan tempat tinggal di situ.”jelas Mote dalam jumpa pers klarifikasi langsung kejadian dengan mengenakan topi  dan baju yang sama.

Lelaki akrab disapa Nico itu,  kepada sejumlah media massa mengakui bahwa dirinya saat itu tidak menerima sehingga protes dengan suara keras disampaikan oknum di TPS  saat itu dirinya protes maka saat itu juga dirinya langsung dibawah  ke mobil. Ketika dirinya mau diamankan oleh aparat saat itu  hanya di pegang baju dan didorong ketika ingin memberikan Headphone kepada Istrinya.

”Akhirnya mereka tahan saya dimasukan di mobil. Lalu saya bilang yoo.. ini kronologisnya saya yang bicara masalahnya tidak papa, saya akan naik jadi sekarang headphone saya kembalikan ke istri saya,  jadi sudah waktu itu saya mau kasih namun keadaan dorong jadi tidak  jadi. begitu diatas mobil juga di dorong keadaan itu dari keamanan tanya juga, kenapa ribut-ribut.” ungkap Mote Rabu (28/07/2021) sore tadi di Aula Mapolres Nabire.

Kapolres Nabire AKBP Kariawan Barus, S.H., S.I.K., M.H. dalam kesempatan itu juga menyampaikan insiden kejadian video viral tersebut dengan menyatakan adanya penyiksaan dan adanya benturan kepala dimobil hal yang tidak benar. Kapolres juga menyampaikan bahwa saat ini pihak yang bersangkutan sudah sendiri mengakui bahwa beliau sendiri tidak mengalami benturan atau luka apapun.

”Mari kira luruskan berita-berita yang ada supaya kita mendapatkan sumber yang benar dan saya ucapkan kepada semua penyelenggara PSU Nabire kita selenggarakan secara aman dan damai. Mari kita jaga tahapan pleno di tingkat TPS, pleno ditingkat Distrik dan terakhir pleno ditingkat Kabupaten.” jelas Kapolres Nabire.

Dirinya juga menambahkan bahwa persoalan tersebut jangan kita jadikan masalah diatas semua masalah.  Pihaknya juga tetap melayani masyarakat Nabire agar tetap aman dan damai dengan tetap mengedepankan humanis.

”Kami tetap koreksi diri namun dari kami tetap koreksi diri bahwa ada perilaku tidak penyenangkan padangan maupun aturan yang sebenarnya dilakukan anggota saya. Saya minta maaf” Pungkasnya.

Sebelumnya atas insiden kejadian ini menurut informasi dihimpun media ini bahwa menjadi persoalan awal adalah adanya protes antara oknum di lokasi TPS dengan Nicolaus Mote ketika dirinya melakukan pencoblosan hanya mengunakan nama DPT namun waktu memilih belum pada waktunya yang diakui menurutnya jam 12:00 nantinya menurut aturan yang ada.

Sementara itu, aksi perdamaian yang telah berlangsung di polres nabire itu, mendapat pujian dari warga masyarakat papua. TORANG DUA ITU SUDARA.