January 12, 2022

Upaya Politik Separatisme Papua Merdeka di Kemas Pada Peringatan HAM

Radar Papua – Aksi kelompok separatis selalu mengundang kecaman dari sejumlah tokoh di Papua, lantaran aksi yang dilakukan selalu merugikan dan membuat kekhawatiran yang mengganggu situasi keamanan. Bahkan belakangan aksi kelompok separatis tidak hanya menyasar aparat keamanan melainkan terhadap warga sipil.

Menurut Ketua Pemuda Adat wilayah Saireri, Ali Kabiay meminta kepada pemerintah untuk benar-benar mengambil langkah yang strategis untuk dapat segera menghentikan konflik yang disebabkan oleh aksi kelompok separatis.

“Saya pikir untuk mengatasi aksi kelompok separatis di Papua perlu dilakukan pendekatan-pendekatan terutama oleh Pemerintah Daerah. Mereka bisa melakukan serangkaian pembinaan, tentu pemerintah harus memikirkan langkah-langkah yang sifatnya strategis,”

Langkah persuasif dikatakan oleh Ali Kabiay sebagai salah satu cara dapat menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat di Papua. Sehingga memberi dampak agar tidak lagi terpengaruh dengan segala hal yang berkaitan dengan aksi separatisme.

Ali kabiay/Ketua Pemuda Mandala Trikora

“Kesadaran yang tumbuh dari masyarakat akan mengubah sudut pandang, mereka akan lebih berpikir kritis dan memilih untuk sibuk mengembangkan kemampuan diri. Mereka juga tidak akan mudah terprovokasi isu-isu separarisme karena dianggap sebagai hal yang percuma,”

Terlebih aksi separatisme di Papua tidak hanya berkutat pada pergolakan bersenjata, melainkan juga lewat aksi-aksi bersifat politis yang kerap digaungkan oleh kelompok KNPB, ULMWP, ataupun sejumlah mahasiswa.

“Apalagi aksi separatisme itu bukan hanya dari perlawanan bersenjata, di Kota-kota ada pergerakan politisnya juga. Mereka diisi kelompok seperti ULMWP, KNPB, juga mahasiswa-mahasiswa,”

Tokoh Senior Papua, Edward GM yang juga merupakan pengamat pembangunan di Papua menyesalkan kegiatan Papua Merdeka dikemas dalam peringatan HAM Sedunia hari ini.

“Hari ini di berbagai daerah tak hanya di Papua, Manado, Mataram, Sorong, Kupang, mahasiswa yang tergabung dalam AMP (Aliansi mahsiswa Papua) menggelar aksi demo Peringatan HAM Sedunia, sayangnya mereka mengkemas kegiatan ini dengan tujuan kepentingan politik Papua Merdeka,”

Sayang sekali, peringatan HAM setiap tahunnya dimanfaatkan oleh AMP untuk kepentingan politik papua merdeka, ini sangat bertentangan dengan Visi dan Misi HAM PBB, dimana tujuannya untuk menegakan Hak Azazi Manusia bagi pelanggaran kemanusiaan bukan visi kemerdekaan atau melepaskan diri dari sebuah negara.

Apapun yang dilakukan oleh para mahasiswa papua yang tergabung dalam AMP hari ini dalam kegiatan HAM Sedunia sampai kapanpun tidak akan pernah terespon oleh PBB, karena tujuan peringatan HAM yang dilakukan AMP hanyalah untuk kepentingan politik Papua Merdeka, sedangkan PBB sudah mengakui “Kedaulatan NKRI”.