March 9, 2026

Radar Papua

Berita terkini yang terjadi di Papua dan sekitarnya

Bangkit dan Sadar Kelola Lahan, Emilianus Ungkap kesadaran Masyarakat Semakin Meningkat

Papua — Kesadaran masyarakat Papua untuk kembali memanfaatkan lahan-lahan tidur mulai menunjukkan perkembangan positif. Hal ini disampaikan oleh tokoh masyarakat, Emilianus Tikuk, yang selama ini aktif melakukan pendekatan langsung kepada warga terkait pentingnya pengelolaan lahan pertanian, khususnya untuk komoditas jagung.

Menurut Emilianus Tikuk, perubahan pola pikir masyarakat tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses pendekatan, dialog, dan pemahaman yang terus dibangun. Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak lahan luas milik masyarakat yang dibiarkan tidak terkelola, padahal memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan kesejahteraan bersama.

“Sekarang masyarakat mulai sadar bahwa lahan tidur itu bukan untuk dibiarkan, tapi harus diolah. Kesadaran ini muncul karena kita terus memberikan pemahaman bahwa bertani adalah jalan yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Emilianus Tikuk.

Dalam setiap kesempatan, Emilianus Tikuk tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga pendampingan teknis. Ia menjelaskan secara langsung kepada masyarakat mulai dari cara membuka dan mengelola lahan, teknik penanaman benih jagung yang baik, hingga tata cara pemberian pupuk agar hasil panen maksimal.

“Bertani itu ada ilmunya. Kita ajarkan dari awal, dari menanam benih, merawat tanaman, sampai panen. Kalau dikerjakan dengan benar, hasilnya bisa menghasilkan uang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pertanian jagung merupakan salah satu solusi konkret bagi masyarakat Papua untuk membangun kemandirian ekonomi. Selain mudah dibudidayakan, jagung juga memiliki nilai jual yang jelas dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Emilianus Tikuk mengajak masyarakat Papua untuk meninggalkan aktivitas-aktivitas yang tidak memberikan manfaat jangka panjang, seperti pemalangan jalan maupun lahan. Menurutnya, kegiatan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan ekonomi masyarakat.

“Hentikan kegiatan yang tidak bermanfaat. Pemalangan itu hasilnya hanya sesaat. Berbeda dengan bertani, hasil panen bisa kita nikmati terus-menerus dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia berharap, dengan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk kembali bertani, Papua ke depan dapat berdiri lebih mandiri secara ekonomi, sekaligus menciptakan kehidupan yang lebih sejahtera dan bermartabat bagi orang asli Papua.

“Orang Papua harus kembali ke tanahnya, kembali bertani. Dari situ kita bisa hidup, membiayai keluarga, dan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkas Emilianus Tikuk.