Jayapura – Isu rencana pemalangan Jalan Ringroad dan Jembatan Merah yang beredar melalui surat pemberitahuan di media sosial dipastikan tidak benar. Ondoafi Besar Enggros–Tobati, Yohan Yante Hamadi, secara tegas membantah keterlibatannya dan menyebut pencatutan namanya sebagai tindakan yang menyesatkan serta berpotensi memicu gangguan keamanan.
Menurut Yohan, sebagai Ondoafi Besar yang sah di wilayah Tobati dan Enggros, dirinya tidak pernah mengeluarkan instruksi ataupun persetujuan terkait pemalangan akses publik tersebut. Ia menilai tindakan sepihak dengan mengatasnamakan lembaga adat merupakan bentuk penyalahgunaan otoritas yang tidak dapat dibenarkan.
“Saya tegaskan sekali lagi, yang sah sebagai Ondoafi Besar Tobati–Enggros adalah saya. Tidak ada yang lain. Surat yang beredar itu bukan dari saya dan tidak pernah saya setujui,” tegas Yohan.
Ia menilai pemalangan jalan utama seperti Ringroad dan Jembatan Merah akan berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, perekonomian, serta stabilitas keamanan di Kota Jayapura. Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum tidak ragu mengambil langkah tegas apabila ada pihak yang memaksakan aksi tersebut.
“Kalau sampai terjadi pemalangan, saya minta aparat segera bertindak. Tangkap siapa pun yang menjadi dalang. Jangan biarkan masyarakat dirugikan oleh kepentingan pribadi atau kelompok,” ujarnya dengan nada serius.
Yohan juga menegaskan bahwa adat bukan alat untuk menciptakan kegaduhan atau tekanan, melainkan untuk menjaga harmoni dan ketertiban di atas tanah adat. Ia meminta Kapolres Jayapura Kota segera mengantisipasi potensi gangguan agar situasi tetap aman dan kondusif.
Menutup pernyataannya, Yohan Yante Hamadi menegaskan legitimasi kepemimpinan adat di wilayahnya. “Tidak ada Ondo di atas Ondo. Saya bertanggung jawab penuh atas Tobati dan Enggros. Jangan ada yang bermain atas nama adat untuk kepentingan lain,” pungkasnya.





More Stories
GMPB Tegas Tolak Narasi Darurat Militer, Ajak Masyarakat Papua Jaga Stabilitas dan Persatuan
Influencer Papua Tegas Dukung Polri Wujudkan Kamtibmas Aman dan Damai
Ketua Pemuda Muhammadiyah Papua Tegaskan Dukungan Polri Tetap di Bawah Presiden