Jayapura – Papua, Di ufuk timur Indonesia, tepat di tapal batas negeri, harapan itu tumbuh dari tanah Skouw. Hamparan lahan yang dahulu sunyi kini mulai dipenuhi aktivitas warga yang menanam, merawat, dan memanen jagung dengan penuh semangat. Bukan sekadar bertani, tetapi menanam kemandirian dan masa depan.
Program ketahanan pangan nasional yang digelorakan hingga ke perbatasan kini menunjukkan hasil nyata di Distrik Muara Tami. Melalui kolaborasi koperasi lokal bersama Polsek Muara Tami, masyarakat Skouw pelan-pelan membuktikan bahwa mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri. Jagung menjadi simbol perubahan — sederhana, namun sarat makna.
Kapolsek Muara Tami, AKP Zakaruddin, SH., MH., menyampaikan bahwa program ini bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga tentang membangun harapan dan menjaga keamanan bersama.
“Dengan adanya program ini, kegiatan masyarakat yang tadinya mungkin negatif, kini tersalurkan ke hal positif. Ini sangat membantu kami dari sisi keamanan karena masyarakat fokus pada peningkatan ekonomi mereka,” ungkap AKP Zakaruddin dengan penuh optimisme.
Ia menuturkan, ketika masyarakat memiliki kesibukan produktif dan penghasilan yang jelas, ruang untuk konflik dan tindakan negatif semakin sempit. Ketahanan pangan pun berbanding lurus dengan ketahanan sosial. Dari ladang-ladang jagung itu, rasa percaya diri warga perlahan tumbuh.
Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Polsek Muara Tami tak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi sebagai pendamping. Para Bhabinkamtibmas diterjunkan langsung ke setiap titik produktif di wilayah Skouw. Mereka mendampingi petani, memberi motivasi, sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami tetap melakukan pembinaan untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan sekaligus menjaga kondusifitas Kamtibmas di daerah Skouw ini,” tutup Kapolsek.
Langkah ini menjadi bukti bahwa keamanan dan kesejahteraan tidak bisa dipisahkan. Ketika aparat dan masyarakat berjalan beriringan, hasilnya bukan hanya panen jagung, tetapi panen kepercayaan dan kebersamaan.
Di perbatasan yang kerap dipandang jauh dari pusat perhatian, Skouw kini menunjukkan wajah baru: wilayah yang sadar, mandiri, dan berdaya. Dari tanah Papua, pesan itu mengalir hangat — bahwa kemandirian bukan mimpi, melainkan sesuatu yang bisa ditanam, dirawat, dan dipanen bersama.





More Stories
Tokoh Adat Sentani Yanto Eluay Ajak Masyarakat Papua Jaga Kedamaian dan Tolak Aksi Anarkis
Tokoh Adat Papua Max Ohee Tegaskan Waena Bukan Wilayah KNPB, Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
GMPB Tegas Tolak Narasi Darurat Militer, Ajak Masyarakat Papua Jaga Stabilitas dan Persatuan