September 9, 2026

Radar Papua

Berita terkini yang terjadi di Papua dan sekitarnya

Pertanian Jagung Jadi Jalan Membangun Kesejahteraan dan Kamtibmas di Papua

Jayapura — Upaya membangun kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian terus dikembangkan di Papua. Salah satunya melalui pelatihan para petani jagung yang dilakukan Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah (BMPC) bersama berbagai pihak, dengan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga pada terciptanya situasi keamanan dan kesejahteraan masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Ketua Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah, Zaeni Effendi, mengatakan bahwa perkembangan yang telah dibangun bersama para petani tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan berbagai pihak, termasuk jajaran Polda Papua, khususnya AKP Sosra Antoni, yang dinilai aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat.

Menurut Zaeni, pendekatan yang dilakukan AKP Sosra Antoni tidak hanya sebatas menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, tetapi juga berupaya melihat persoalan masyarakat secara lebih luas, terutama bagaimana masyarakat dapat memiliki aktivitas produktif dan sumber penghasilan yang berkelanjutan.

“Upaya dan usaha yang sudah terbangun ini tidak lepas dari dukungan Polda Papua, khususnya AKP Sosra Antoni. Beliau selalu hadir melakukan pendekatan kepada masyarakat, memberikan edukasi dan mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan yang produktif. Salah satunya melalui pertanian jagung,” ujar Zaeni.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena keamanan dan kesejahteraan masyarakat memiliki hubungan yang erat. Masyarakat yang memiliki aktivitas ekonomi, kesempatan bekerja dan harapan terhadap masa depan akan memiliki ruang yang lebih besar untuk membangun kehidupan yang positif di lingkungannya.

Dalam proses pendampingan masyarakat, AKP Sosra Antoni mendorong agar potensi lokal tidak hanya dipandang sebagai sumber daya, tetapi dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Pertanian jagung kemudian menjadi salah satu sarana untuk membangun komunikasi, memperkuat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan kemandirian ekonomi.

Dengan cara tersebut, kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya dipersepsikan dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari upaya preventif melalui pemberdayaan masyarakat.

Para petani yang sebelumnya mungkin melihat kegiatan pertanian sebagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, secara perlahan didorong untuk memiliki pola pikir baru: bertani sebagai sebuah usaha yang memiliki nilai ekonomi dan masa depan.

Saat ini, petani jagung yang berada di binaan Koperasi BMPC telah mencapai sekitar 5.000 orang, tersebar di wilayah Yapsi, Keureh, Nimbokrang, Depapre dan Keerom. Jumlah tersebut menjadi modal sosial dan ekonomi yang besar apabila terus dikelola melalui pendampingan, koperasi, akses perbankan, kepastian pasar dan pengembangan kapasitas petani.

Zaeni menilai, pendekatan seperti yang dilakukan AKP Sosra Antoni memberikan perspektif bahwa membangun Kamtibmas tidak selalu harus dimulai dari persoalan keamanan semata.

“Kalau masyarakat kita berdayakan, diberikan kegiatan-kegiatan yang positif, kemudian ekonominya mulai tumbuh, mereka mempunyai kesibukan dan harapan untuk masa depan. Dari situ kita membangun rasa memiliki terhadap lingkungan. Inilah yang menurut kami menjadi bagian dari upaya menjaga Kamtibmas,” katanya.