KEEROM — Upaya membangun pertanian yang produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Keerom mendapat perhatian dari jajaran Polda Papua. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan penanaman jagung seluas 2 hektare bersama petani, Kamis, 24 September 2026.
Kegiatan yang digelar bersama Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah (BMPC) tersebut turut serta dihadiri pendamping eksternal dari Polda Papua, yakni AKP Sosra Antoni, AKP Sarimin dan Iptu Supriyanto, serta Bripka Jikwa selaku Bhabinkamtibmas di wilayah Keerom.
Kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan pertanian tersebut menjadi bagian dari pendekatan masyarakat melalui edukasi, pendampingan dan pemberdayaan, khususnya dalam mendorong masyarakat memiliki aktivitas ekonomi yang produktif.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Sosra Antoni menyampaikan bahwa pendampingan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan ketika terjadi masalah keamanan. Menurutnya, membangun Kamtibmas juga dapat dilakukan dengan hadir bersama masyarakat, memahami kebutuhan mereka dan mendorong kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan.
“Pendampingan ini penting karena masyarakat tidak hanya membutuhkan pesan-pesan Kamtibmas, tetapi juga edukasi dan dorongan agar potensi yang mereka miliki dapat dikembangkan. Pertanian adalah salah satu sektor yang bisa menjadi ruang untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar AKP Sosra dalam Segalanya.

Ia menambahkan, pertanian yang dikelola secara baik dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas. Ketika masyarakat memiliki kegiatan yang produktif, mampu meningkatkan pendapatan dan memiliki harapan terhadap masa depan, maka terciptalah kondisi sosial yang lebih kuat.
“Kamtibmas tidak hanya berbicara tentang bagaimana kita mencegah kejahatan setelah terjadi. Upaya menjaga keamanan juga dapat dilakukan melalui langkah-langkah pencegahan, salah satunya dengan mendorong masyarakat agar memiliki kegiatan yang positif, produktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut AKP Sosra, kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu membangun komunikasi dan kepercayaan. Oleh karena itu, pendampingan terhadap petani diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, namun terus dilakukan melalui edukasi dan koordinasi bersama berbagai pihak.
Dalam kegiatan tersebut, Koperasi BMPC yang dipimpin Ketua Umum Zaeni Effendi juga menyerahkan benih dan pupuk kepada para petani untuk mendukung proses penanaman. Sementara Bank BNI hadir langsung di lokasi untuk memfasilitasi masyarakat dalam proses pembukaan rekening, sehingga petani mulai diperkenalkan dengan akses layanan perbankan sebagai bagian dari pengembangan usaha.
Kegiatan juga menghadirkan Ketua KADIN Papua, pengurus Koperasi BMPC, pihak Bank BNI, pemilik hak ulayat, masyarakat dan para petani Keerom.
Kolaborasi tersebut menampilkan bahwa pengembangan pertanian tidak hanya menjadi tanggung jawab petani. Koperasi, perbankan, dunia usaha, kepolisian, pemilik hak ulayat dan masyarakat dapat mengambil peran masing-masing untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat.
Bagi AKP Sosra, keberhasilan pertanian bukan hanya diukur dari banyaknya jagung yang berhasil dipanen, tetapi juga dari sejauh mana proses tersebut mampu mengubah pola pikir, meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
“Kalau petani maju, keluarga ikut berkembang. Kalau ekonomi masyarakat tumbuh, lingkungan sosial juga memiliki fondasi yang lebih kuat. Oleh karena itu, kita ingin hadir bersama masyarakat, mendampingi, mengedukasi dan mendorong mereka agar mampu mengelola potensi pertanian menjadi kekuatan ekonomi,” tutupnya.
Dari lahan Keerom, pertanian dan Kamtibmas dipertemukan dalam satu pendekatan: masyarakat diberdayakan, ekonomi diperkuat dan lingkungan sosial dijaga bersama.





More Stories
Ondoafi Atenasius Bate Apresiasi BMPC, Pertanian Dinilai Buka Harapan Baru bagi Masyarakat Keerom
Pengajian Rutin IKM Kota Jayapura, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian terhadap Warga Terdampak Kebakaran
Semangat Kebersamaan Kajati Papua dengan Masyarakat Adat, Penyembelihan Satu Ekor Sapi Perkuat Pembinaan dan Pemberdayaan