KEEROM, PAPUA — Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Dr. Jefferdian, S.H., M.H., meninjau kegiatan pemberdayaan pertanian jagung dan cabai di Kabupaten Keerom yang dikelola Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah (BMPC). Pengembangan sektor pertanian ini dinilai memiliki arti strategis dalam mendukung ketersediaan bahan pangan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta membantu upaya pengendalian inflasi di Papua.
Peninjauan tersebut sejalan dengan perhatian Kajati Papua terhadap pengembangan potensi pertanian lokal. Sebelumnya, Dr. Jefferdian juga telah meninjau lahan pertanian jagung dan cabai di Keerom sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan sektor produktif yang melibatkan masyarakat dan petani.
Pengembangan komoditas pangan lokal menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi tantangan kenaikan harga kebutuhan pokok. Ketika pasokan komoditas tidak seimbang dengan permintaan pasar, harga dapat mengalami kenaikan dan berdampak terhadap daya beli masyarakat. Karena itu, peningkatan produksi pertanian lokal diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Jagung dan cabai merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Khusus cabai, pergerakan harganya dapat berkontribusi terhadap inflasi pangan, bergantung pada perkembangan harga dan bobot komoditas dalam perhitungan indeks harga konsumen. Sementara itu, jagung memiliki peran penting sebagai bahan pangan maupun bahan baku pakan ternak.
“Pengembangan sektor pertanian merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan meningkatkan produksi komoditas lokal, kita berharap ketersediaan pangan dapat lebih terjaga, petani memperoleh manfaat ekonomi, dan tekanan kenaikan harga akibat terbatasnya pasokan dapat diminimalkan. Karena itu, diperlukan kerja sama dan komitmen seluruh pihak untuk mengembangkan pertanian secara berkelanjutan.”
Upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan distribusi dan pemasaran hasil panen. Produksi yang meningkat perlu diikuti dengan sistem penyerapan hasil panen yang baik agar petani memperoleh kepastian pasar, sementara masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang wajar.
Dalam hal ini, Koperasi BMPC berupaya mendorong pemberdayaan petani melalui pengelolaan lahan, dukungan sarana produksi, dan pendampingan pertanian. Pola pemberdayaan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani sekaligus mendorong terbentuknya rantai pasok pangan lokal yang lebih terorganisasi.
Kabupaten Keerom memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di Kota Jayapura dan wilayah sekitarnya. Apabila produksi, distribusi, dan pemasaran dapat dikelola secara berkesinambungan, hasil pertanian dari Keerom berpeluang menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan pangan di kawasan tersebut.
Namun, pengendalian inflasi pangan membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Selain peningkatan produksi, diperlukan pemantauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan sarana transportasi, serta koordinasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, pelaku usaha, koperasi, dan kelompok petani.
Peninjauan Kajati Papua terhadap pemberdayaan pertanian di Keerom diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, sektor pertanian tidak hanya diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Penguatan pertanian lokal menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan. Ketika petani mampu berproduksi secara berkelanjutan dan hasil panen tersalurkan dengan baik, manfaatnya dapat dirasakan mulai dari peningkatan pendapatan petani hingga terjaganya ketersediaan pangan bagi masyarakat.





More Stories
Kejati Papua Luncurkan Adhyaksa Peduli Nelayan, Kawal Percepatan Kampung Nelayan Merah Putih
Petani Keerom Kembali Tanam Jagung, BMPC Salurkan Benih dan Pupuk serta Fasilitasi Akses Perbankan
Ketua PGGP Papua Serukan Perdamaian dan Dukung Penegakan Hukum Kasus Penembakan ASN di Jayawijaya