Jayapura – Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pilot warga negara asing (WNA), Nicholas F. Goselin, dalam insiden pembakaran Pesawat Pilatus PC-6 Porter PK-RCY di Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Sekretaris Jenderal BMP RI, Ali Kabiay, menegaskan bahwa setiap tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa manusia merupakan pelanggaran hukum yang harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan, aktivitas masyarakat, serta upaya pembangunan di Papua.
Ali Kabiay menegaskan bahwa BMP RI memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional, transparan, dan berkeadilan. Menurutnya, proses hukum harus dilakukan secara menyeluruh terhadap setiap pihak yang terbukti terlibat agar memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi efek jera terhadap pelaku tindak kekerasan.
“Kami mendukung penuh langkah aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta, menangkap para pelaku, serta memprosesnya sesuai hukum yang berlaku. Tidak boleh ada toleransi terhadap setiap bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan jiwa dan mengganggu keamanan masyarakat,” tegas Ali Kabiay.
Lebih lanjut, BMP RI menilai bahwa penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kewibawaan negara serta menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Papua. Oleh karena itu, organisasi tersebut mengajak semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memberikan kepercayaan kepada aparat dalam menjalankan tugasnya.
Selain menyampaikan dukungan terhadap penegakan hukum, BMP RI juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Masyarakat diharapkan tetap mengedepankan persaudaraan, menolak provokasi, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman, damai, serta kondusif.
“Papua membutuhkan keamanan, persatuan, dan kepastian hukum. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya penegakan hukum, menjaga kerukunan, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme hukum dan dialog yang bermartabat demi terwujudnya Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tutup Ali Kabiay.





More Stories
Wakil Wali Kota Jayapura Tutup Turnamen Futsal Antar Santri Masjid Nurul Hidayah, Dorong Pembinaan Generasi Muda Melalui Olahraga
Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura: Mari Jaga Kedamaian dan Persatuan Papua Jelang 1 Juli 2026
Semarak 1 Muharram 1448 H, Santri Masjid Nurul Hidayah Klofkamp Pererat Ukhuwah Lewat Turnamen Futsal