June 29, 2026

Radar Papua

Berita terkini yang terjadi di Papua dan sekitarnya

Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura: Mari Jaga Kedamaian dan Persatuan Papua Jelang 1 Juli 2026

JAYAPURA – Menjelang 1 Juli 2026, Ketua Wilayah Adat Lapago Kabupaten Jayapura, Nius Jigwa, mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya warga Lapago, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap aman, damai, dan kondusif.

Dalam himbauannya, Nius Jigwa menegaskan bahwa kedamaian merupakan modal utama bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, membangun daerah, serta mewujudkan kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat persaudaraan dan saling menghormati.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Papua tetap damai. Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan yang telah kita bangun bersama,” ujar Nius Jigwa.

Ia menilai bahwa peran tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, perempuan, dan seluruh komponen masyarakat sangat penting dalam memberikan edukasi serta menanamkan nilai-nilai kebersamaan kepada generasi muda agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

Nius Jigwa juga mengimbau masyarakat agar mengedepankan cara-cara yang damai dan sesuai ketentuan apabila ingin menyampaikan pendapat di ruang publik. Menurutnya, sikap saling menghargai dan menjaga ketertiban merupakan cerminan kedewasaan dalam kehidupan berdemokrasi.

“Marilah kita menjaga suasana yang sejuk dan saling menghormati. Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat berjalan normal, pembangunan terus berlangsung, dan kehidupan sosial tetap harmonis,” katanya.

Ia turut mengajak pemerintah daerah, tokoh adat dari berbagai wilayah adat di Papua, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus mempererat koordinasi dalam menjaga stabilitas serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua.

Mengakhiri himbauannya, Nius Jigwa mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum menjelang 1 Juli sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai adat, dan bersama-sama menjaga Papua tetap aman serta damai.

“Kedamaian adalah warisan yang harus kita jaga bersama. Mari kita rawat persatuan, menghormati satu sama lain, dan bekerja sama demi masa depan Papua yang lebih aman, maju, dan sejahtera. Tuhan memberkati kita semua. Shalom,” tutupnya.