July 22, 2026

Radar Papua

Berita terkini yang terjadi di Papua dan sekitarnya

Semangat Kebersamaan Kajati Papua dengan Masyarakat Adat, Penyembelihan Satu Ekor Sapi Perkuat Pembinaan dan Pemberdayaan

Keerom, Papua – Selasa, 21 Juli 2026 – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua, Dr. Jefferdian, SH, MH , di lahan pertanian Arso 1, Kabupaten Keerom. Melakukan penanaman cabai dan jagung bersama masyarakat adat dari empat kampung, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyembelihan satu ekor sapi sebagai wujud kebersamaan dan penguatan hubungan antara Kejaksaan Tinggi Papua dengan masyarakat.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 petani dari kampung empat di Kabupaten Keerom ini menjadi momentum mempererat sinergi dalam membangun masyarakat yang mandiri melalui sektor pertanian. Setelah melakukan penanaman cabai dan jagung di lahan seluas 15 hektare , seluruh peserta mengikuti acara penyembelihan satu ekor sapi.

Penyembelihan sapi tersebut bukan sekedar bagian dari rangkaian acara, namun menjadi simbol penghormatan terhadap masyarakat, semangat gotong royong, serta kebersamaan dalam membangun kesejahteraan. Momen tersebut disambut antusias oleh masyarakat yang hadir dan semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.

Dalam kesempatan itu, Dr. Jefferdian, SH, MH menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui program, tetapi juga melalui kedekatan, komunikasi, dan kebersamaan dengan masyarakat.

“Kita ingin membangun masyarakat dengan pendekatan yang humanis. Pertanian adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan, menjaga ketahanan pangan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah membangun rasa kebersamaan dan persaudaraan bersama masyarakat adat, karena dari situlah lahir kepercayaan dan semangat untuk maju bersama,” ujar Kajati Papua.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat adat dalam pengembangan pertanian merupakan bentuk pelatihan yang berfokus pada kemandirian ekonomi. Dengan dukungan benih, pupuk, dan pendampingan, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian sehingga berdampak pada kesejahteraan keluarga sekaligus membantu menjaga stabilitas pasokan pangan dan harga komoditas di daerah.

Sejumlah petani menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Kejaksaan Tinggi Papua. Mereka mengaku tidak hanya memperoleh dukungan dalam mengelola lahan pertanian, namun juga merasakan kedekatan emosional melalui kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.

Program pertanian ini sangat membantu karena kami diberikan benih dan pupuk, sementara kami menyiapkan lahan dan merawat tanaman sampai panen. Ditambah lagi dengan penyembelihan satu ekor sapi ini sebagai wujud kebersamaan menjadi bagian dari keluarga besar yang memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun kampung,” ujar salah seorang petani.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ondoafi pemilik hak ulayat, Bapak Serfo Bate , perangkat kampung, serta Bhabinkamtibmas Polres Keerom, Batias Yikwa . Dalam dialog bersama Kajati Papua, Ondoafi Serfo Bate mengapresiasi pendekatan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Papua.

Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek ekonomi melalui pertanian, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat adat.

“Kehadiran Bapak Kajati memberikan semangat baru bagi masyarakat kami. Penanaman bersama, duduk berdiskusi, dan penyembelihan sapi menunjukkan bahwa masyarakat adat diperlakukan sebagai mitra dalam membangun daerah. Nilai kebersamaan inilah yang membuat masyarakat semakin percaya diri untuk terus mengembangkan pertanian demi kesejahteraan bersama,” ujar Serfo Bate.

Melalui kegiatan tersebut, Kejaksaan Tinggi Papua menunjukkan bahwa pembinaan dan pemberdayaan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pendampingan pertanian, tetapi juga melalui pendekatan sosial yang memperkuat persaudaraan, gotong royong, dan partisipasi aktif masyarakat adat dalam mendukung ketahanan pangan, pengendalian inflasi, serta pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Keerom.