September 11, 2026

Radar Papua

Berita terkini yang terjadi di Papua dan sekitarnya

Arius Reimond Sabono Dorong KADIN Jadi Penggerak Ekonomi Kabupaten Jayapura

SENTANI, 11 September 2026 — Bakal Calon Ketua KADIN Kabupaten Jayapura periode 2026–2031, Arius Reimond Sabono, ST, melihat Kabupaten Jayapura memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Papua. Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Saat ditemui Arius menilai letak strategis Kabupaten Jayapura menjadi salah satu keunggulan yang tidak dimiliki semua daerah. Keberadaan Bandara Sentani sebagai salah satu pintu masuk utama Papua menjadikan Kabupaten Jayapura memiliki posisi penting dalam pergerakan orang, barang, jasa, dan investasi.

Di sisi lain, Kabupaten Jayapura juga memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan, mulai dari Danau Sentani, Pegunungan Cyclops, kawasan pesisir dan bahari, hingga keragaman budaya masyarakat.

«“Kalau kita berbicara tentang Kabupaten Jayapura, kita sebenarnya sedang berbicara tentang daerah yang memiliki banyak modal ekonomi. Ada pariwisata, pertanian, perikanan, perdagangan, jasa, UMKM, dan posisi geografis yang sangat strategis. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut kita koneksikan menjadi sebuah ekosistem ekonomi,” kata Arius.»

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan di pusat kota, tetapi harus mampu menciptakan konektivitas ekonomi hingga ke distrik dan kampung.

Arius menyadari kondisi geografis Kabupaten Jayapura yang luas dan memiliki karakter wilayah berbukit menjadi tantangan tersendiri. Keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas di sejumlah wilayah juga berdampak terhadap biaya distribusi serta kemampuan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan ekonomi.

«“Kita memiliki wilayah yang luas dengan kondisi geografis yang tidak mudah. Karena itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas harus menjadi bagian dari strategi ekonomi. Ketika akses terbuka, maka barang bisa bergerak, hasil produksi masyarakat bisa keluar, investasi bisa masuk, dan peluang usaha akan semakin besar,” ujarnya.»

Selain infrastruktur, Arius memberikan perhatian khusus terhadap penguatan sumber daya manusia dan UMKM lokal. Menurutnya, pelaku usaha masyarakat harus dipersiapkan agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi daerah.

Ia menilai peningkatan kapasitas UMKM harus dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, digitalisasi, akses pembiayaan, penguatan kualitas produk, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

«“UMKM kita harus naik kelas. Jangan sampai masyarakat hanya menghasilkan produk, tetapi kesulitan menjualnya. KADIN harus bisa membantu membuka akses pasar, mempertemukan pelaku UMKM dengan perbankan dan investor, serta mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal,” tegas Arius.»

Arius juga menilai stabilitas ekonomi daerah, termasuk kondisi inflasi yang relatif terkendali, harus menjadi peluang untuk menciptakan iklim usaha yang semakin sehat.

Baginya, stabilitas tersebut harus diikuti dengan kebijakan dan program yang mampu mendorong investasi produktif serta memberikan ruang lebih besar kepada pengusaha lokal untuk berkembang.

«“Stabilitas ekonomi adalah modal. Tetapi modal itu harus kita manfaatkan untuk menciptakan pertumbuhan. Kita harus mampu menarik investasi, namun pada saat yang sama memastikan pengusaha lokal mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan menjadi bagian dari rantai investasi tersebut,” jelasnya.»

Dalam pandangannya, KADIN Kabupaten Jayapura ke depan harus mengambil posisi sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus rumah bersama bagi dunia usaha.

KADIN harus mampu menjadi penghubung antara pemerintah daerah, pengusaha, investor, perbankan, UMKM, dan masyarakat sehingga berbagai kepentingan tersebut dapat bergerak dalam satu arah pembangunan ekonomi.

«“KADIN jangan hanya hadir ketika ada agenda organisasi. KADIN harus hadir ketika pengusaha menghadapi persoalan, ketika UMKM membutuhkan akses pasar, ketika investor membutuhkan mitra lokal, dan ketika pemerintah membutuhkan masukan dari dunia usaha. Di situlah KADIN harus mengambil peran,” ungkap Arius.»

Ia menambahkan, momentum MUKAB IV KADIN Kabupaten Jayapura Tahun 2026 harus dimanfaatkan untuk membangun arah baru organisasi yang lebih terbuka, produktif, dan berorientasi pada hasil.

«“Saya melihat MUKAB IV bukan sekadar agenda memilih ketua. Ini adalah momentum untuk menentukan mau dibawa ke mana KADIN Kabupaten Jayapura lima tahun ke depan. Kita harus berbicara tentang ekonomi, investasi, UMKM, lapangan kerja, inovasi dan bagaimana dunia usaha dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.»

Dengan semangat tersebut, Arius menegaskan pentingnya membangun KADIN yang mampu bergerak bersama seluruh kekuatan ekonomi daerah.

“Potensi Kabupaten Jayapura sangat besar. Sekarang yang kita butuhkan adalah kolaborasi, keberanian berinovasi dan kerja nyata agar potensi itu berubah menjadi kesejahteraan bagi masyarakat.”