October 18, 2026

Radar Papua

Berita terkini yang terjadi di Papua dan sekitarnya

BAZNAS Papua dan Koperasi BMPC Jajaki Sinergi, Dorong Pertanian sebagai Jalan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

JAYAPURA — Pemberdayaan ekonomi masyarakat membutuhkan kolaborasi, semangat gotong royong, serta keberanian untuk mengembangkan potensi lokal. Semangat inilah yang mengemuka dalam kunjungan silaturahmi dan sosialisasi Tim Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah (BMPC) kepada pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua, Senin (12/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi dan diskusi untuk menjajaki peluang sinergi dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui sektor pertanian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Tanah Papua.

Koperasi BMPC yang selama ini bergerak secara swadaya berupaya membangun pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi. Melalui silaturahmi ini, BMPC berharap dapat membuka ruang kolaborasi dengan BAZNAS Papua untuk memperluas manfaat program pemberdayaan bagi masyarakat.

Ketua Tim Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah, Zaeni Effendi, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Papua. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama para petani.

“Terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Papua yang telah menerima kami dengan baik. Kami berharap diskusi ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan koperasi dan pemberdayaan masyarakat pada masa mendatang,” ujar Zaeni.

Ia menegaskan, upaya membangun sektor pertanian tidak cukup hanya dengan mengandalkan potensi lahan dan sumber daya alam. Diperlukan pendampingan, penguatan kelembagaan, akses terhadap sarana produksi, serta peluang pemasaran agar hasil kerja petani dapat memberikan nilai tambah bagi kehidupan mereka.

“Koperasi Bina Mandiri Papua Cerah berjalan secara swadaya dan memiliki semangat untuk mendorong masyarakat pertanian menjadi lebih produktif. Kami berharap ada langkah-langkah strategis yang dapat dibangun bersama BAZNAS Papua, sehingga potensi pertanian masyarakat dapat berkembang dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” tambahnya.

Pertanian Bukan Sekadar Menanam, tetapi Membangun Kemandirian

Pengembangan pertanian memiliki arti penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Petani tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk menanam dan memanen, tetapi juga pengetahuan dalam mengelola usaha, menghitung biaya produksi, menjaga kualitas hasil panen, serta memahami peluang pasar.

Dengan pendekatan tersebut, pertanian dapat menjadi sarana pembelajaran ekonomi sekaligus jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Masyarakat juga didorong agar tidak hanya berorientasi pada hasil panen, melainkan mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam konteks pemberdayaan ekonomi umat, sinergi antara lembaga pengelola zakat dan koperasi berpotensi menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat kapasitas masyarakat. Dukungan yang tepat sasaran, disertai pendampingan dan pengelolaan yang transparan, dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi produktifnya.

Tentu saja, bentuk kerja sama dan program yang akan dijalankan perlu dibahas lebih lanjut dengan memperhatikan ketentuan, prioritas program, serta mekanisme yang berlaku di masing-masing lembaga.

Kolaborasi untuk Masa Depan Ekonomi Papua

Silaturahmi antara Tim Koperasi BMPC dan BAZNAS Provinsi Papua diharapkan menjadi pintu pembuka bagi komunikasi yang lebih intensif dalam menjajaki program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Semangat yang dibangun adalah bahwa kemajuan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Inisiatif masyarakat, gerakan swadaya, pendampingan yang konsisten, dan kolaborasi antarlembaga dapat menjadi fondasi untuk menciptakan perubahan secara bertahap.

Papua memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan melalui sektor pertanian. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara produktif, didukung pengetahuan yang memadai, serta dihubungkan dengan akses pembiayaan dan pasar yang tepat.

Melalui semangat gotong royong dan pemberdayaan, pertanian diharapkan tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi kemandirian masyarakat, terbukanya peluang usaha, dan meningkatnya kesejahteraan keluarga.

Sebab, ketika masyarakat diberdayakan untuk mengelola potensinya sendiri, yang tumbuh bukan hanya hasil panen, melainkan juga harapan, kemandirian, dan masa depan ekonomi Papua yang lebih baik.