JAYAPURA – Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai acara Halal Bihalal Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Kota Jayapura yang digelar di Hotel Sunni Abepura, Minggu (19/2/2026). Di tengah kemeriahan acara, kehadiran Bundo Kanduang menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi para perantau Minang.
Dengan balutan busana adat Minangkabau, Bundo Kanduang tampil anggun sekaligus membawa nuansa kampung halaman ke tengah-tengah perantau. Suasana yang semula meriah perlahan berubah menjadi syahdu saat lantunan lagu legendaris Minang, “Kampuang Den Nan Jauah Di Mato”, dinyanyikan.
Alunan lagu tersebut seakan mengajak para hadirin kembali sejenak ke ranah Minang—mengingat kampung halaman, keluarga, serta nilai-nilai adat yang terus hidup dalam diri setiap perantau. Sejumlah warga tampak larut dalam suasana, bahkan tak sedikit yang ikut bersenandung pelan.
“Lagu ini selalu mengingatkan kita pada kampung halaman. Di mana pun kita berada, ranah Minang tetap ada di hati,” ungkap salah satu Bundo Kanduang di sela kegiatan.
Kehadiran Bundo Kanduang dalam Halal Bihalal ini bukan sekadar simbol budaya, melainkan juga penguat identitas dan perekat kebersamaan warga Minang di tanah rantau. Peran Bundo Kanduang sebagai penjaga nilai adat dan moral dinilai penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan sosial, terutama di tengah keberagaman seperti di Papua.
Ketua IKM Kota Jayapura, Ir. Iman Juniawal, menyampaikan apresiasinya atas partisipasi seluruh elemen masyarakat Minang, termasuk Bundo Kanduang yang telah memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.
“Kehadiran Bundo Kanduang menjadi pengingat bagi kita semua akan akar budaya kita. Ini bukan hanya soal tradisi, tapi juga bagaimana kita menjaga nilai-nilai itu tetap hidup di perantauan,” ujarnya.
Momentum Halal Bihalal ini pun tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga ruang untuk merawat ingatan kolektif tentang kampung halaman. Di tengah hiruk pikuk kehidupan di Jayapura, lantunan “Kampuang Den Nan Jauah Di Mato” menjadi mendekatkan rasa, bahwa sejauh apa pun melangkah, Minangkabau tetap dekat di hati para perantaunya.





More Stories
Mahfud: Mari kita Rajut Persaudaraan Untuk Mewujudkan Perdmaian dan Kedamaian di Tanah Papua
Kajati Papua Dr. Jefferdian Tinjau Panen Jagung di Nimbokrang, Dorong Kesejahteraan dan Ketahanan Pangan
Ondoafi Orgenes Kaway Ajak Masyarakat Papua Sambut 1 Mei dengan Damai dan Kebersamaan