April 19, 2026

Radar Papua

Berita terkini yang terjadi di Papua dan sekitarnya

Hangatnya Halal Bihalal Warga Minang di Kota Jayapura, Dari Nilai Adat hingga Pesan Taat Hukum

JAYAPURA – Kebersamaan dan nuansa kekeluargaan begitu terasa dalam kegiatan Halal Bihalal warga Minangkabau Kota Jayapura yang digelar di Hotel Sunni Abepura, Papua, Minggu (19/2/2026). Sekitar 250 warga Minang dari berbagai latar belakang hadir, menjadikan momen ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang mempererat identitas dan persaudaraan di tanah rantau.

Sejumlah tokoh penting turut serta menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Dr. Jefferdian, SH., MH., Sekretaris Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait, ST., Kolonel Arh Adi Prayogo, Pimpinan OJK Fatwa Aulia, Ketua IKM Kota Jayapura Ir. Iman Juniawal, Ketua IKM Kabupaten Jayapura serta Pimpinan Peguyuban Nusantara se-Kota Jayapura.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Javanda Bin Bagus Baskoro yang menghadirkan suasana khidmat dan menenangkan, seolah mengingatkan seluruh hadirin akan makna Idulfitri sebagai momentum kembali pada kesucian dan kebersamaan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, Muhammad Zaeni, yang menyampaikan rasa syukur atas acara terselenggaranya atas dukungan berbagai pihak.

Suasana semakin semarak saat Sanggar Tari Nusantara binaan Uni Mimi menampilkan tari Indang bertajuk Ratok Anak Pasar. Tarian tersebut menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat Minang di lingkungan perdagangan—penuh semangat, kerja keras, dan nilai kebersamaan yang kuat.

Ketua IKM Kota Jayapura, Ir. Iman Juniawal, dalam Berbagainya menegaskan bahwa Halal Bihalal merupakan agenda penting yang selalu dinantikan tahun setiap oleh warga Minang di Jayapura.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Minang yang telah hadir. Ini adalah momen penting bagi kita semua untuk mempererat silaturahmi. Terima kasih juga kepada saudara-saudara dari Paguyuban Nusantara yang turut hadir. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan semakin kuat ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kajati Papua Dr. Jefferdian menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus penuh makna. Ia mengajak warga Minang untuk tetap menjaga nilai-nilai adat, baik adat Minangkabau maupun adat Papua, sebagai landasan hidup bermasyarakat di tanah rantau.

“Orang Minang harus tetap menjaga adat istiadatnya, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Namun di tanah Papua ini, kita juga harus menghormati dan menjaga adat setempat,” kata Jefferdian.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran hukum sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

“Saya berpesan agar kita semua taat terhadap hukum dan aturan yang berlaku. Jaga diri, jaga keluarga, dan jaga nama baik komunitas. Orang Minang harus saling mengingatkan dan saling menjaga,” tegasnya.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan “show pasangan serasi” yang menampilkan busana adat Minangkabau. Dipandu langsung oleh Kajati Papua, penilaian dilakukan secara interaktif oleh para hadirin. Pasangan Uda Yudi dan Uni Silfia berhasil terpilih sebagai pasangan serasi, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Tak hanya itu, suasana penuh kegembiraan juga terlihat saat pembagian doorprize yang diberikan kepada peserta, mulai dari warga yang hadir paling awal, undian nomor absen, hingga nomor kursi. Momen ini semakin menghidupkan suasana kebersamaan dan keakraban antarwarga.

Bagi banyak peserta, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam. Halal Bihalal tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga penguat identitas sebagai perantau Minang yang tetap menjunjung tinggi adat, budaya, dan nilai kebersamaan di tanah Papua.

“Acara seperti ini membuat kami merasa seperti di kampung halaman sendiri,” ungkap salah satu peserta.

Melalui kegiatan ini, warga Minang di Jayapura kembali menegaskan bahwa di mana pun berada, nilai adat, persaudaraan, dan kontribusi positif bagi daerah tetap menjadi pegangan utama dalam menjalani kehidupan di tanah rantau.