April 5, 2026

Radar Papua

Berita terkini yang terjadi di Papua dan sekitarnya

Tokoh Adat Sentani Yanto Eluay Ajak Masyarakat Papua Jaga Kedamaian dan Tolak Aksi Anarkis

SENTANI – Ondofolo atau Tokoh Adat Sentani Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Yanto Eluay, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga Tanah Papua agar tetap aman, damai, dan kondusif di tengah berkembangnya berbagai isu strategis di masyarakat, termasuk rencana aksi demonstrasi mahasiswa pada 7 April serta isu demonstrasi di Timika terkait PT Freeport Indonesia.

Dalam keterangannya, Yanto Eluay menyampaikan bahwa pihaknya terus mencermati perkembangan situasi terkini di Tanah Papua. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat adat, memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami menegaskan komitmen untuk terus menjaga Tanah Papua agar tetap aman, damai, dan kondusif. Stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat harus kita jaga bersama demi keberlangsungan kehidupan yang harmonis,” tegas Yanto Eluay.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura maupun masyarakat adat di seluruh wilayah Papua agar tetap menunjukkan jati diri sebagai masyarakat adat yang bermartabat, dengan cara berpikir dan bertindak secara bijak dalam menyikapi setiap isu yang berkembang.

Terkait rencana aksi demonstrasi mahasiswa pada 7 April, Yanto menekankan pentingnya penyampaian aspirasi secara santun dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami mengajak seluruh pemuda dan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dengan cara-cara yang baik, santun, serta mengedepankan komunikasi yang konstruktif. Jangan sampai ada tindakan yang memicu ketegangan atau mengarah pada aksi anarkis yang justru merugikan semua pihak,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, khususnya yang beredar melalui media sosial.

“Masyarakat harus kritis dan bijak dalam menerima informasi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah kehidupan sosial kita,” tambahnya.

Yanto Eluay juga menyoroti pentingnya menjaga suasana kondusif mengingat saat ini para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan tengah memasuki tahapan penting, termasuk pelaksanaan ujian sekolah.

“Situasi yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan agar proses pendidikan anak-anak kita dapat berjalan lancar tanpa gangguan,” katanya.

Menanggapi isu demonstrasi di Timika yang menyoroti PT Freeport Indonesia, khususnya terkait penolakan pembagian saham dengan pemerintah, Yanto kembali mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menempuh jalur aspirasi yang sesuai prosedur.

“Setiap aspirasi yang ada sebaiknya disampaikan melalui mekanisme dan prosedur yang berlaku, serta dapat difasilitasi oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat adat di wilayah operasional PT Freeport Indonesia, terutama tujuh suku pemilik hak ulayat, untuk terus menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, keberadaan Freeport sebagai perusahaan berskala internasional telah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat Papua.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif serta mendukung peran tokoh-tokoh adat agar tidak terjadi aksi-aksi yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun operasional perusahaan,” pungkas Yanto Eluay.

Di akhir pernyataannya, Yanto mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus merawat persatuan, menjaga kedamaian, dan bersama-sama membangun masa depan Tanah Papua yang lebih baik.