June 18, 2024

Radar Papua

Berita terkini yang terjadi di Papua dan sekitarnya

Pdt. Yones Wenda: Tokoh Agama Diminta Membawa Umatnya Utuh Kepada Tuhan

Papua – Mencermati adanya keterlibatan sejumlah rohaniwan gereja di Papua yang mendukung Gerekan Papua Merdeka, Pdt. Dr. YONES WENDA, S.Th., M.Th., mengajak para tokoh gereja (pendeta/pastor) untuk lebih menekankan ajaran cinta damai kepada para jemaat.

Pdt Yones menjelaskan bahwa sesuai dengan tugas utama pendeta sebagai pemimpin rohani gereja serta memelihara, melindungi dan menjaga kehidupan spiritual jemaatnya, maka tidak pantas kalau ada tokoh agama yang berlawanan dengan pemerintah.

“Saya juga menyampaikan pesan kepada pemerintah bahwa kalangan gereja (sinode) mempunyai tugas untuk membawa umat secara utuh kepada Tuhan, bukan menjerumuskan kepada hal-hal yang tidak benar,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Yones, dari Sinode Kemah Injil Gereja Masehi Indonesia (KINGMI) di Tanah Papua ingin menyampaikan kepada Pemerintah bahwa gereja (sinode) mempunyai tugas untuk membawa umat utuh kepada Tuhan, itulah tanggung jawab gereja, sehingga tidak terlibat dengan kegiatan diluar kewenangan Gereja.

“Gereja tidak perlu terpancing untuk mengikuti atau bahkan terlibat dalam berbagai aktivitas yang berada diluar kewenangan gereja atau diluar urusan kerohanian, seperti masalah dukungan terhadap gerakan Papua Merdeka atau intervensi perihal Otonomi Khusus (Otsus) yang jelas-jelas masuk keranah politik,” tegasnya.

Sikap itu bukanlah kewenenangan atau tugas gereja. Dan seperti yang diketahui, Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Repulblik Indonesia (NKRI). Maka tugas dan kewenangan gereja adalah membawa umat utuh kepada Tuhan. Itulah yang menjadi tanggung jawab gereja. Dan gereja-gereja harus memahami ini, begitupun dengan sinode-sinode harus mengetahuinya.

Keterlibatan pihak gereja dalam memberikan dukungan kepada kelompok pemberontak (pro Papua Merdeka) yang kerap kali melakukan aksi kekerasan terhadap aparat TNI/Polri dan penduduk sipil setempat sangat bertentangan dengan ajaran dalam kita Injil, terangnya.

“Kalau gereja mempengaruhi masyarakat untuk membunuh orang, itu merupakan tanggung jawab besar antara hamba Tuhan dengan Tuhan. Jadi itu merupakan tanggung jawab karena firman Tuhan, Janganlah membunuh orang,” tuturnya.

Selaku sesama hamba Tuhan Yones mengingatkan kelompok Pdt. SOCRATES SOFYAN NYOMAN dan Pdt. BENNY GIYAI, para tokoh gereja sekaligus akademisi Papua yang pro terhadap gerakan Papua Merdeka untuk tidak lagi menggunakan lambang-lambang atau logo Injil Empat Berganda yang selama ini dipakai oleh mereka demi mendapatkan bantuan dari Dana Otsus.

Untuk penggunaan logo tersebut seharusnya Pdt. BENNY GIAY menempuh prosedur hukum dahulu. Dengan demikian tidak sepantasnya mereka menyalagunakan logo gereja dan anggaran Otsus untuk mengacaukan umat Kristen di Indonesia.